Polres Jaksel Terus Beri Dukungan Moril dan Psikologis kepada Keluarga Alvaro Kiano Pasca Tragedi Pembunuhan
Polres Metro Jakarta Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan Dukungan Polres Jaksel Keluarga Alvaro Kiano, memastikan pendampingan trauma dan bantuan sosial berlanjut pasca tragedi yang menimpa anak berusia enam tahun tersebut.
Polres Metro Jakarta Selatan terus menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keluarga almarhum Alvaro Kiano (6), yang ditemukan meninggal dunia di lokasi pembuangan di wilayah Bogor, Jawa Barat. Perhatian ini tidak luntur meskipun 40 hari telah berlalu sejak pemakaman tragis Alvaro. Komitmen ini menegaskan peran kepolisian dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang berduka.
Pendampingan yang diberikan mencakup pemulihan trauma (trauma healing) serta bantuan sosial secara berkesinambungan. Langkah ini diambil untuk memastikan keluarga mendapatkan dukungan moril dan psikologis yang berkelanjutan. Tujuannya agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan berangsur pulih dari duka mendalam.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, melalui Polsek Pesanggrahan, secara aktif mengkoordinasikan upaya bantuan ini. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan dukungan penuh kepada warga yang mengalami situasi sulit. Hal ini juga mencerminkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi cobaan.
Komitmen Berkelanjutan Polres Jaksel dalam Pendampingan Trauma
Kompol Seala Syah Alam menegaskan bahwa kepedulian Polres Metro Jakarta Selatan terhadap keluarga Alvaro tidak akan berhenti. Meskipun waktu terus berjalan, perhatian dan bantuan tetap diberikan secara konsisten. Ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap korban kejahatan dan keluarganya adalah prioritas utama bagi kepolisian.
Pendampingan pemulihan trauma menjadi salah satu fokus utama yang terus dilanjutkan oleh Polsek Pesanggrahan. Program ini dirancang untuk membantu keluarga mengatasi dampak psikologis dari kehilangan yang mendalam. Bantuan sosial juga diberikan secara berkesinambungan, memastikan kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi di tengah masa sulit ini.
Polres Jaksel ingin memastikan bahwa keluarga almarhum Alvaro tidak merasa sendirian dalam menghadapi duka. Dukungan moril dan psikologis yang diberikan diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi mereka. Upaya ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Kronologi Tragis dan Penegakan Hukum Kasus Alvaro
Kasus Alvaro Kiano menarik perhatian publik setelah anak berusia enam tahun tersebut sempat menghilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pencarian panjang berakhir tragis ketika Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kali Cilalay, Bogor, Jawa Barat. Penemuan ini memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Alvaro ditemukan dalam keadaan sudah berbentuk kerangka, yang kemudian memerlukan tes DNA untuk memastikan identitasnya. Ia terhitung hilang selama delapan bulan sejak keberadaannya tidak terdeteksi pada Kamis, 6 Maret 2025. Proses identifikasi ini merupakan langkah krusial dalam mengungkap kebenaran di balik hilangnya Alvaro.
Melalui penyelidikan mendalam, Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho. Pelaku adalah ayah tiri korban, Alex Iskandar (49). Pengungkapan ini membawa titik terang pada kasus yang sempat menjadi misteri dan memberikan keadilan bagi keluarga Alvaro.
Kompol Seala juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum serta warga sekitar atas kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan selama masa duka. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi sulit. Kebersamaan ini diharapkan dapat terus terjalin untuk menciptakan lingkungan yang aman dan saling mendukung.
Sumber: AntaraNews