Pembunuh Alvaro Terus Mengelak, Polisi Ancam Buang ke Laut
Alex sebenarnya sudah dibawa polisi sejak beberapa hari setelah Alvaro dilaporkan hilang. Namun dilepas polisi lantaran belum mengantongi cukup bukti.
Polisi menangkap Alex, ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho (6) pada 19 November 2025 lalu. Lewat sejumlah bukti, menunjukkan Alex diduga kuat pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro.
Tak mengaku begitu saja. Alex sempat terus mengelak saat dinterograsi polisi. Nenek Alvaro, Sayem (53) mengatakan, Alex sebenarnya sudah dibawa polisi sejak beberapa hari setelah Alvaro dilaporkan hilang.
Namun, karena terus menyangkal, ia sempat dilepas kembali. Penyidik disebut tidak menyerah dan kembali menjemputnya setelah mendapat petunjuk tambahan.
"Iya, dari pertama tuh sebenarnya sudah ditangkap dati beberapa hari tuh cuma muter mulu jadi dilepas lagi," kata Sayem saat ditemui, Senin (24/11).
Polisi Ancam Pembunuh Alvaro Buang ke Laut
Setelah itu, Alex kembali diangkut dan dibawa berkeliling oleh polisi sambil dilakukan intrograsi.
Dalam tekanan tersebut, ia akhirnya mengakui perbuatannya. Menurut Sayem, polisi sempat mengancam akan membuangnya ke laut bila terus mengelak.
"Iya terus tuh langsung diambil katanya sampai diputer-puterin supaya ngaku, terus dibawa ke laut mana katanya 'Alex kamu nanti kalau enggak ngaku mau saya buang di Laut, enggak ada yang tahu," kata Sayem.
Mendengar itu, Alex kemudian mengakui perbuatannya.
Pembunuh Alvaro Mengaku
"Mungkin dia sudah ketakutan kali. Jadi langsung ngomong 'iya saya yang pelakunya'. Iya baru ngaku. Tapi emang sudah seminggu di bawah puter-puter itu tapi tetap mengelak terus," ucap dia.
Alex pintar. Ia menggunakan sarung tangan saat memasukan jasad Alvaro ke dalam plastik. Hal itu guna menghilangkan sidik jarinya. Kemudian, membawa jasad Alvari ke Bogor.
Kirim Pesan Singkat Titip Mayat Alvaro
Percakapan melalui pesan singkat dengan seseorang turut ditemukan polisi di ponselnya.
"Iya terus handphonenya kan itu juga diambil ya jadi perjanjian yang buang mayat itu juga WhatsApp ke Alexnya. Nyuruh orang begitu sudah disuruh sudah kamu sudah urusan sama kamu sudah enggak ada urusan," ucap dia.
"Terus katanya tinggal tulang-tulang sudah enggak ada diganti sama plastik Alex pakai sarung tangan biar sidik jarinya enggak ketahuan. Dia ngaku semua di situ," sambung dia.
Pembunuh Alvaro Tewas di Polres Jaksel
Setelah serangkaian pemeriksaan, Alex akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Namun, belakangan Alex dikabarkan meninggal di ruang tahanan Polres Metro Jaksel.
Sayem mengaku sempat merasa marah, namun ia menyadari tidak banyak yang bisa dilakukan karena tersangka sudah meninggal.
"Penginnya sih marah, tapi gimana ya, orang sudah enggak ada, kita kan sudah enggak bisa ngomong. Ya paling ntar kalau di, itu sama keluarganya kan, pasti kita dipanggil kan, nanti kalau sudah urusannya, kalau disidang, paling kita dipanggil," tandas dia.