Hasil Tes DNA Keluar, Alvaro Kiano Dimakamkan Hari Ini
Kepastian itu disampaikan Ibunda Alvaro, Arum Indah Kusumastuti.
Hasil tes DNA kerangka manusia ditemukan di bawah Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, akhirnya keluar. Pihak keluarga mendapatkan informasi kerangka tersebut adalah Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Kepastian itu disampaikan Ibunda Alvaro, Arum Indah Kusumastuti. Dia mengaku telah diberi tahu mengenai hasil identifikasi kerangka manusia tersebut.
"Sepertinya begitu, karena kami pihak keluarga sudah diinfo begitu," kata Arum, Rabu (3/12) malam.
Arum menjelaskan, jenazah Alvaro akan dipulangkan pada Kamis (4/12) hari ini. Arum bersama keluarga berencana menjemput langsung ke RS Polri Kramat Jati. Sementara itu pemakaman juga akan dilakukan hari itu.
"Jenazah datang, doa sebentar di rumah dan langsung dimakamkan," ucap Arum.
Ayah Tiri Tersangka Pembunuhan
Sebelumnya, kasus Alvaro Kiano Nugroho (6), hilang akhirnya terungkap. Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan Alex Iskandar alias AI, ayah tirinya sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hasil pemeriksaan saksi dan analisis rekam digital mengarah pada Alex alias AI, yang diduga sebagai pelaku.
"Adanya dugaan keterkaitan, hilangnya ananda AKN (Alvaro Kiano Nugroho) , yang diidentifikasi dilakukan oleh saudara AI," kata Budi saat konferensi pers, Senin (24/11).
Penyidik juga menemukan percakapan bernada dendam di ponsel milik Alex ketika menangkap pelaku. Kalimat bernada kemarahan itu diungkap ke publik.
"Dari handphone yang diamankan, terlapor setelah terang-terangan menuliskan kalimat, gimana caranya gue balas dendam. Ini muncul berulang kali di dalam konteks kemarahan, serta rasa sakit hati yang ia tunjukkan ke pihak tertentu," ujar dia.
Pengakuan Ayah Tiri
Dalam pemeriksaan, AI mengakui menculik Alvaro Kiano Nugroho dari Masjid Jami Al-Muflihun di kawasan Pesanggrahan. Bocah itu disebut menangis terus sepanjang dibawa, hingga membuat Alex Iskandar membekapnya sampai tewas.
"Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia," ucap dia.
Dia mengatakan, tersangka kemudian membungkus jasad Alvaro Kiano Nugroho dengan plastik hitam dan membuangnya di bawah Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 9 Maret 2025.
"Atau tiga hari setelah diketahui AKN (Alvaro Kiano Nugroho) hilang," ucap dia.
Kronologi Jasad Alvaro Ditemukan
Tak lama setelah itu, pada 20 November 2025, penyidik menerima informasi adanya temuan kerangka. Setelah kecocokan petunjuk dan prarekonstruksi, polisi menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka.
Budi menyebut, kerangka yang ditemukan diduga kuat adalah Alvaro Kiano Nugroho. "Untuk kepastian secara ilmiah, scientific investigation, akan kita tunggu hasil uji DNA," ujar dia.
Ayah Tiri Meninggal di Tahanan
Alex Iskandar ditemukan tewas di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Alex diduga tewas bunuh diri. Dia mengakhir hidupnya dengan menggunakan celananya sendiri.
Keterangan itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Dia kemudian menjelaskan bagaimana celana bisa digunakan tersangka untuk melakukan bunuh diri.
"Pada saat di ruangan konseling, bahan yang digunakan untuk gantung diri ialah menggunakan celana. Jadi, dia menggunakan celananya dia," kata Budi Hermanto saat konferensi pers, Senin (24/11/2025).
Dia menceritakan, Alex meminta izin ke toilet dan mengaku telah buang air di celana sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat itu tersangka memang hanya diperbolehkan memakai celana pendek yang diberikan penyidik. Karena celana itu kotor, Alex meminta diganti dengan celana panjang.
Setelah kembali ke ruang konseling, Alex dibiarkan menunggu pemeriksaan medis yang dijadwalkan pagi harinya.
Dalam rentang waktu antara 06.30 hingga sekitar 08.00–09.00 WIB, seorang saksi berinisial G yang merupakan saksi kunci dalam kasus ini melihat Alex dalam keadaan tergantung.
"Pada saat di ruangan konseling, lebih kurang berkisar dari pukul 6.30 sampai dengan 8.00 atau jam 9.00 pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G, melalui saksi kunci dilihat dari pintu itu ada bilah kaca di tengah melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucap dia.