Polisi Ungkap Alasan Ayah Tiri Alvaro Tak Langsung Dijebloskan ke Sel Usai Jadi Tersangka
Alex merupakan terduga pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap anak Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sempat dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025.
Kepolisian memastikan jika Alex Iskandar (AI), tidak meninggal dalam tahanan atau sel Mapolres Metro Jakarta Selatan. Alex merupakan terduga pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap anak Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sempat dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menjelaskan, seorang tersangka lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijeblaskan ke sel. Menurut Budi, pengecekan kesehatan dilakukan terhadap tahanan untuk menghindari penyakit menular seperti HIV sebelum dijebloskan bareng tahanan lainnya.
"Iya (rencananya mau diperiksa kesehatan), itu sudah di dalam SOP. Setiap tahanan yang akan bergabung di ruang tahanan kan harus ada pemeriksaan kesehatan bahwa apakah dia punya penyakit jantung, diabetes, yang berat yang harus suntik terus minum obat. Kan kita harus komunikasi terus dengan dokter atau keluarganya untuk obat-obatnya," kata Budi kepada wartawan, Selasa (25/11).
Diawasi di Ruang Konseling
Selain kesehatan dicek, Budi menuturkan, Alex juga diawasi petugas saat berada di ruang konseling. Prosedur itu umum dilakukan terhadap tahanan termasuk Alex sebelum ditemukan meninggal dunia oleh rekannya dari pintu kaca.
"Kalau pengawasan pasti ada, makanya itu dikunci, kan dia dikunci dari luar. Mungkin pada saat pagi itu petugas juga kan masih menunggu dokter untuk pengecekan karena dianggap jam 6 pagi dia minta keluar kamar mandi, jadi hal yang mungkin biasa saja, rutin," ujar Budi.
Menurut Budi, petugas melakukan penjagaan di luar ruangan konseling. "(Petugas) Diluar, karena itukan statusnya sudah sebagai tersangka dan sudah tandatangan surat penahanan tinggal masuk sel," pungkasnya.