Polisi Ungkap Alasan Bawa Pelaku Pembunuhan Alvaro di Ruang Konseling
Alex, pelaku pembunuhan sekaligus ayah tiri Alvaro mengakhiri hidupnya saat proses pemeriksaan masih berjalan di ruang konseling.
Alex Iskandar, tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan tewas di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Alex diduga tewas bunuh diri.
Alex mengakhiri hidupnya saat proses pemeriksaan masih berjalan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan tersangka saat itu sedang dititipkan sementara di ruang konseling pada Minggu dini hari, menunggu pemeriksaan medis yang dijadwalkan pagi harinya.
"Jadi, yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling. Kami luruskan kepada rekan-rekan media. Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling," kata Budi saat konferensi pers, Senin (24/11/2025).
Dia mengatakan, Alex Iskandar ditempatkan di ruang konseling karena harus memastikan kondisi kesehatannya sebelum dipindahkan ke ruang tahanan.
"Kenapa di ruangan konseling? Karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis. Apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun penyakit menular sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya," ucap dia.
Hasil Analisis Forensik
Sementara itu, Dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Dr. Farah memaparkan kondisi Alex Iskandar saat diterima di Instalasi Forensik.
"Jenazah atas nama atas inisial AI, ya laki-laki berusia 49 tahun, itu kami terima di Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada hari Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 11.00 siang," ucap dia.
Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet tekan melingkar di leher, selaras dengan pola kasus gantung diri.
"Dari hasil pemeriksaan beliau, didapatkan jenazah laki-laki berusia 49 tahun, bergolongan darah O. Kemudian ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher. Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan kasus gantung," ucap dia.
"Kemudian tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan," dia menambahkan.
Budi melanjutkan, pihaknya telah menawarkan opsi autopsi kepada keluarga guna penyebab kematian korban,
"Tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," tandas dia.