Pusdokkes RS Polri Pastikan Alex Iskandar Tewas Gantung Diri, Tak Ada Tanda Kekerasan
Alex Iskandar, pembunuh Alvaro Kiano Nugroho, dipastikan tewas gantung diri tanpa tanda kekerasan lain menurut hasil pemeriksaan Pusdokkes RS Polri. Pihak kepolisian mengungkap kronologi dan motif pembunuhan Alvaro yang dilakukan Alex Iskandar.
Jakarta, 25/11 – Alex Iskandar (AI), ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan. Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati memastikan bahwa kematian Alex Iskandar disebabkan oleh gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuhnya.
Peristiwa ini terjadi setelah Alex Iskandar meminta ganti celana dan kemudian ditemukan tewas pada Minggu pagi. Penemuan jasad ini menambah babak baru dalam kasus pembunuhan Alvaro yang sebelumnya menggegerkan publik di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto telah mengonfirmasi kejadian ini. Pihak keluarga Alex Iskandar sendiri menolak untuk dilakukan autopsi, meskipun kepolisian telah mengajukan permohonan tersebut.
Hasil Pemeriksaan Medis Alex Iskandar
Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri Kramat Jati, Dokter Farah, menjelaskan hasil pemeriksaan jenazah Alex Iskandar. Menurutnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh Alex Iskandar.
Pemeriksaan menyeluruh hanya menunjukkan adanya luka lecet tekan yang melingkari bagian leher. "Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan kasus gantung (diri)," kata Dokter Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.
Kesimpulan ini menguatkan dugaan awal bahwa Alex Iskandar mengakhiri hidupnya sendiri. Hasil ini juga menepis spekulasi mengenai kemungkinan adanya tindakan kekerasan dari pihak lain.
Kronologi Penemuan dan Penolakan Autopsi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan kronologi penemuan jasad Alex Iskandar. "Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," ujar Budi.
Pada Minggu (23/11) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, tersangka sempat meminta izin untuk ke toilet. Namun, pada pukul 09.00 WIB pagi, rekannya yang berinisial G menemukan Alex Iskandar dalam kondisi gantung diri.
Meskipun demikian, pihak kepolisian telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. "Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," tambah Kombes Pol Budi Hermanto.
Motif Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho
Kepolisian juga mengungkap motif di balik pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dilakukan oleh Alex Iskandar. Dari proses pemeriksaan penyidik, terungkap bahwa Alex Iskandar memiliki dorongan emosional dan niat balas dendam.
Motif utama pembunuhan ini berawal dari rasa cemburu Alex Iskandar terhadap istrinya. Rasa cemburu ini kemudian berkembang menjadi niat untuk melakukan tindakan ekstrem terhadap Alvaro.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Kematian Alex Iskandar menutup satu babak dalam penyelidikan kasus pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho.
Sumber: AntaraNews