Kesal Stroke Tak Kunjung Sembuh, Pria di Ogan Ilir Gantung Diri di Pohon
Polisi menduga korban tewas murni gantung diri. Korban inisial SP (62), ditemukan warga yang hendak berangkat ke kebun, Minggu (3/5).
Warga Desa Lorok, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, geger dengan penemuan mayat tergantung di pohon cempedak.
Polisi menduga korban tewas murni gantung diri. Korban inisial SP (62), ditemukan warga yang hendak berangkat ke kebun, Minggu (3/5).
Saksi kaget bukan main melihat korban tergantung dengan seutas tali di dahan pohon yang cukup tinggi di pinggir jalan setapak.Tak satu pun warga berani mendekat.
Mereka akhirnya membantu mengevakuasi setelah polisi datang ke lokasi. Korban dibawa ke rumah duka yang berjarak 100 meter dari TKP. Keluarga sepakat tidak mengizinkan jenazah diautopsi dan menganggap peristiwa itu sebagai musibah.
"Kami evakuasi korban dari atas pohon, cukup sulit karena cukup tinggi," ungkap Kapolsek Indralaya AKP Junardi, Senin (4/5).
Tidak Ada Tanda-Tanda Kekerasan
Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari fisik, juga mengarah pada ciri-ciri gantung diri.
"Kami amankan tali tambang yang digunakan korban," kata Junardi.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah empat tahun terakhir mengidap stroke di kaki kiri. Dia sudah berobat ke mana-mana namun tak kunjung sembuh.
"Dugaannya korban frustrasi penyakitnya tak sembuh-sembuh, itu jadi pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya," kata Junardi.