Tragedi di Pangkep, ODGJ Tewas Usai Serang Pamannya dengan Parang
LW tetap terkena sabetan parang di bagian kepala. Meski sudah terluka, LW bisa menyerang balik SP dengan menggunakan kayu jemuran gabah.
Seorang pria berinisial SP (41) di Pangkep meninggal dunia setelah mengamuk dan menyerang kerabatnya, LW, menggunakan senjata tajam jenis parang. Dugaan awal menyebutkan SP mengalami gangguan kejiwaan yang memicu aksinya tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pangkep Ajun Komisaris Muh Saleh mengatakan kejadian berdarah tersebut terjadi di di Desa Pattallassang, Kecamatan Labakkang, Selasa (7/4). Saat itu, SP mendatangi rumah LW.
"SP tiba-tiba mengamuk dan menyerang LW menggunakan sebilah parang," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).
Kayu jemuran gabah
Meski sempat menghindar, LW tetap terkena sabetan parang di bagian kepala. Meski sudah terluka, LW bisa menyerang balik SP dengan menggunakan kayu jemuran gabah.
"Hantaman kayu itu membuat SP langsung tersungkur dan tak sadarkan diri," ungkapnya.
Usai kejadian tersebut, LW dilarikan ke Puskesmas Labakkang. Sementara itu, SP dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang Pangkep.
"SP sempat mendapat perawatan di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia. SP meninggal akibat luka usai dihantam kayu yang ujungnya ada plat besi," kata Saleh
Mengamuk dan menyerang
Saleh menambahkan, pihaknya masih menyelidiki motif SP mengamuk dan menyerang LW. Meski demikian, Saleh menyebut SP memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
"SP ini selama ini mengalami gangguan jiwa. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat dari rumah sakit jiwa," ucapnya.