Pria Diduga ODGJ di Grobogan Ngamuk, Bacok 6 Orang, 1 Korban Meninggal

Seorang pria diduga ODGJ mengamuk dan membacok enam warga di Grobogan. Satu korban tewas, polisi kini mendalami kondisi kejiwaan pelaku.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Pria Diduga ODGJ di Grobogan Ngamuk, Bacok 6 Orang, 1 Korban Meninggal
Pria Diduga ODGJ di Grobogan Ngamuk, Bacok 6 Orang, 1 Korban Meninggal (Merdeka.com)

Aksi brutal seorang pria diduga ODGJ bernama Supriyanto (32) di Dusun Gundih, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berujung tragis.

Sebanyak Enam warga menjadi korban pembacokan, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah rekaman CCTV beredar luas. Dalam video tersebut, terlihat suasana panik warga yang berlarian menyelamatkan diri saat pelaku membawa senjata tajam dan masuk ke dalam sebuah bangunan.

Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan pelaku telah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

"Benar ada kejadian itu, pelaku sudah diamankan. Sedangkan saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi," kata dia. 

Kronologi kejadian bermula pada Minggu (29/3/2026) sore, ketika pelaku berada di rumah ayahnya. Saat itu, Supriyanto mencari telepon genggam sambil marah-marah. Dalam kondisi emosi, ia tiba-tiba mencekik ibunya hingga tak sadarkan diri.

Usai kejadian tersebut, pelaku meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor menuju warung milik warga bernama Gunawan (35). Saat hendak mengisi bahan bakar, pelaku membuka jok motornya dan terlihat menyimpan sebilah parang.

Kecurigaan muncul dari Gunawan yang kemudian meminta warga lain untuk mengecek kondisi keluarga pelaku di rumah. Saat diperiksa, ibu pelaku ditemukan terbaring lemah di dalam kamar.

Namun situasi berubah mencekam ketika Supriyanto tiba-tiba kembali ke lokasi. Tanpa banyak bicara, ia mengambil parang dari motornya dan langsung mengayunkannya ke arah Gunawan. Beruntung, serangan tersebut berhasil dihindari.

Pelaku kemudian mengalihkan serangannya kepada warga lain di sekitar lokasi. Salah satu korban, Markini (63), yang saat itu sedang menggendong cucunya, menjadi sasaran pembacokan. Serangan pelaku mengenai bagian telinga, tangan, hingga tubuh korban.

Dalam kondisi panik, warga berusaha menyelamatkan diri. Anak kecil yang digendong Markini pun sempat turun dan berlari ketakutan. Pelaku terus melakukan aksi kekerasan hingga menyebabkan total enam orang mengalami luka-luka.

Para korban diketahui seluruhnya merupakan warga lanjut usia, yakni Markini (63), Nyami (66), Abu (80), Darsih (62), Karni (70), serta ayah kandung pelaku, Suroto (65).

Seluruh korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, salah satu korban, Abu (80), dinyatakan meninggal dunia akibat luka bacok di bagian kepala belakang, dekat telinga.

Sementara korban lainnya mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, tengkuk, dada, dan wajah. Beberapa korban masih menjalani perawatan, sementara satu korban telah diperbolehkan pulang.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian kini juga mendalami kondisi kejiwaan pelaku.

Saat ini, Supriyanto tengah menjalani proses observasi atau orientasi di RSUD Dr R Soedjati Purwodadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau kondisi lain yang memengaruhi tindakannya.

“Pelaku sedang diorientasi oleh tenaga medis. Dari hasil pemeriksaan nanti akan disimpulkan kondisi kejiwaannya,” jelasnya.

Selama proses tersebut, pelaku ditempatkan di ruang perawatan khusus dan belum dapat dimintai keterangan secara intensif. Polisi akan menunggu hasil pemeriksaan medis sebagai dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Rekomendasi