Bikin Geger Warga, Adik Berkali-kali Bacok Abang Ipar hingga Meninggal Dunia Diduga Gara-Gara Bansos
Peristiwa itu terjadi di Desa Embacang Ilir, Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Jumat (5/12).
Seorang pria, SL (48), tewas dengan banyak luka di tubuhnya usai dibacok adik iparnya, AH (33). Pembunuhan itu diduga dipicu masalah bantuan sosial (bansos) diterima orangtua mereka.
Peristiwa itu terjadi di Desa Embacang Ilir, Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Jumat (5/12).
Kronologi Keributan
Awalnya pelaku sedang makan didatangi korban, tetapi hanya di depan rumah. Korban memanggil pelaku sambil meminta beras bansos diterima orangtuanya. Permintaan itu diucapkan korban sampai tiga kali.
Mendengar itu, istri pelaku mempersilakan memanggil tetapi harus diganti dengan uang. Korban tak terima karena lagi tidak ada uang.
Pelaku mengintip dari jendela tetapi dilihat korban. Korban yang memegang pisau lalu menantang pelaku keluar untuk berkelahi.
Pelaku Ladeni Tantangan Korban
Tantangan berkali-kali membuat pelaku emosi. Dia mengambil parang lalu mengejar korban.
Sampai di semak-semak, korban terjatuh. Saat itulah pelaku membacok kakak iparnya itu.
Korban berusaha melawan, namun kembali diserang pelaku dengan bacokan berkali-kali. Pelaku lantas kabur menggunakan sepeda motor.
Korban dievakuasi warga ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong dalam perjalanan.
"Benar ada pembunuhan yang melibatkan kerabat dekat," kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Muratara Ipda Erwin, Senin (8/12).
Tersangka Menyerahkan Diri
Setelah dilakukan pendekatan, tersangka menyerahkan diri didampingi keluarga. Diduga pembunuhan dilatarbelakangi masalah beras bansos.
"Tapi masih perlu pendalaman lagi untuk motifnya," kata Erwin.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman seumur hidup penjara.