Metode MENARI: Cara Sederhana dan Efektif Deteksi Dini Aritmia Jantung untuk Cegah Stroke
Kenali Metode MENARI, teknik meraba nadi sendiri yang sederhana namun efektif untuk deteksi dini aritmia jantung, khususnya fibrilasi atrium, guna mencegah risiko stroke.
Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, memperkenalkan metode MENARI pada Jumat (13/2). Ini adalah cara sederhana dan efektif untuk deteksi dini gangguan irama jantung, disampaikan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Metode MENARI, singkatan dari meraba nadi sendiri, secara khusus membantu identifikasi fibrilasi atrium. Fibrilasi atrium merupakan kondisi yang memiliki risiko tinggi memicu terjadinya stroke.
Masyarakat dapat melakukan skrining awal secara mandiri sebelum memerlukan pemeriksaan medis lanjutan. Deteksi dini ini diharapkan dapat menurunkan risiko stroke secara signifikan pada pasien fibrilasi atrium.
Cara Melakukan Metode MENARI yang Tepat
Profesor Yoga menjelaskan langkah-langkah praktis dalam melakukan metode MENARI. Anda cukup meletakkan dua jari pada pergelangan tangan di sisi ibu jari.
Setelah itu, rasakan dan hitung denyut nadi selama minimal 30 detik. Denyut yang terhitung kemudian dikalikan dua untuk mendapatkan perkiraan denyut per menit.
Selain jumlah denyut, penting juga untuk menilai keteraturan irama nadi. Denyut yang tidak teratur, hilang timbul, atau berubah-ubah harus diwaspadai sebagai potensi tanda fibrilasi atrium.
Apabila ditemukan ketidakberaturan, masyarakat diimbau untuk segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) di fasilitas kesehatan terdekat.
Pentingnya Deteksi Dini Fibrilasi Atrium
Meskipun bukan alat diagnosis, metode MENARI berfungsi sebagai penyaring awal yang krusial. Sejumlah studi menunjukkan kemampuan deteksi nadi mandiri cukup baik dibandingkan EKG sebagai standar konfirmasi.
Fibrilasi atrium seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting. Kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang berpotensi menyumbat pembuluh darah otak.
Kampanye metode MENARI merupakan bagian dari rangkaian Pulse Day 2026 yang diinisiasi oleh Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap irama jantung.
Jejaring organisasi aritmia global dan nasional, termasuk Asia Pacific Heart Rhythm Society, turut terlibat dalam memperluas edukasi skrining gangguan irama jantung ini.
MENARI: Solusi Sederhana untuk Kesehatan Jantung
Profesor Yoga menekankan relevansi metode MENARI untuk kondisi Indonesia. Metode ini sangat mudah diajarkan dan tidak memerlukan peralatan khusus.
Keunggulan tersebut menjadikan metode MENARI sangat cocok diterapkan di daerah dengan keterbatasan sumber daya medis. Ini memungkinkan deteksi dini dapat diakses oleh lebih banyak lapisan masyarakat.
Dengan deteksi dini yang diikuti pemeriksaan dan terapi yang tepat, risiko stroke pada pasien fibrilasi atrium dapat diturunkan secara bermakna. Ini memberikan harapan besar bagi pencegahan komplikasi serius.
Inisiatif seperti Pulse Day 2026 dan metode MENARI menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kesehatan jantung masyarakat. Edukasi berkelanjutan adalah kunci utama dalam upaya ini.
Sumber: AntaraNews