Penghargaan Pendonor Darah Sukarela, Pemkab Sleman Apresiasi Dedikasi Kemanusiaan

Pemkab Sleman memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela atas dedikasi mereka, sekaligus mendorong partisipasi lebih luas dalam gerakan kemanusiaan ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penghargaan Pendonor Darah Sukarela, Pemkab Sleman Apresiasi Dedikasi Kemanusiaan
Pemkab Sleman memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela atas dedikasi mereka, sekaligus mendorong partisipasi lebih luas dalam gerakan kemanusiaan ini. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela (PDS) sebagai bentuk apresiasi tinggi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi luar biasa mereka dalam menjaga ketersediaan pasokan darah yang vital bagi masyarakat. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengakui kontribusi para pahlawan kemanusiaan yang secara konsisten mendonorkan darahnya.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada hari Minggu. Momen ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Sleman dan pimpinan PMI.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan ganda. Selain sebagai bentuk terima kasih, inisiatif ini juga diharapkan dapat memotivasi para pendonor untuk terus rutin berdonor. Lebih jauh, langkah ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak warga untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan donor darah yang sangat mulia.

Apresiasi Tinggi untuk Dedikasi Tanpa Batas

Acara penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh penting. Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo secara langsung menyerahkan penghargaan kepada perwakilan pendonor darah sukarela. Turut hadir juga Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, jajaran Pemkab Sleman, serta pengurus PMI dan mitra pendukung gerakan donor darah.

PMI DIY memberikan apresiasi khusus kepada 112 pendonor yang telah mencapai 50 kali donor darah. Sementara itu, PMI Kabupaten Sleman menghargai 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali. Para penerima penghargaan ini merupakan perwakilan dari total 606 pendonor yang memenuhi kriteria pengabdian tersebut.

Selain penghargaan fisik, sebanyak 572 pendonor lainnya juga menerima apresiasi dalam bentuk e-piagam. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dari PMI dan Pemkab Sleman untuk mengakui setiap individu yang telah berkontribusi. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas semangat kemanusiaan yang tak pernah padam.

Menjaga Ketersediaan Darah di Kabupaten Sleman

Data terbaru menunjukkan urgensi peningkatan partisipasi donor darah di Sleman. Mafilindati Nuraini mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar di PMI Kabupaten Sleman. Angka ini mencerminkan basis pendonor yang cukup besar, namun kebutuhan darah tetap tinggi.

Pada tahun 2025, produksi darah di Sleman mencapai 26.426 kantong, sementara distribusi darah justru menyentuh angka 39.210 kantong. Selisih antara produksi dan distribusi ini mengindikasikan bahwa pasokan darah masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk meningkatkan jumlah pendonor aktif secara signifikan.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini, PMI Kabupaten Sleman secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat. Ajakan ini ditujukan agar mereka bersedia menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki potensi besar untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan baru bagi sesama yang membutuhkan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Kemanusiaan

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi tulus kepada seluruh pendonor darah sukarela. Beliau menegaskan bahwa para pendonor adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai filosofi memayu hayuning bawana. Tindakan mereka secara langsung memperindah dan memperbaiki kehidupan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.

Pemkab Sleman berkomitmen penuh untuk terus mendukung berbagai program kemanusiaan yang diinisiasi oleh PMI. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah melalui inovasi Layanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemudahan akses dan pelayanan darah bagi seluruh masyarakat Sleman.

Bupati Harda Kiswaya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi, diharapkan kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Ini juga merupakan wujud kepedulian sosial yang dapat menjaga ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan. Donor darah adalah investasi kemanusiaan yang tak ternilai harganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi