Mental Mahasiswa Israel Terganggu Akibat Perang: 39,4 Persen Depresi Berat dan 33,8 Persen Mau Bunuh Diri
Sebuah studi akademis di Israel mengungkap dampak serius perang terhadap kesehatan mental mahasiswa.
Sebuah studi akademis di Israel mengungkap dampak serius perang terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian yang melibatkan lebih dari 700 mahasiswa, sebagian besar memiliki keterkaitan langsung dengan konflik melalui dinas militer, menunjukkan peningkatan signifikan pada gejala depresi hingga pikiran bunuh diri.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa masa tugas cadangan yang panjang di militer telah "mengguncang" kehidupan mahasiswa. Mereka harus terpisah dari keluarga dan lingkungan sosial, menghadapi situasi sulit di medan perang, serta diliputi ketakutan akan cedera.
Selain itu, muncul pula perasaan “dilupakan” di kalangan prajurit cadangan. Kondisi tersebut memicu tekanan psikologis yang semakin berat di tengah situasi perang yang berkepanjangan. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (5/5/2026).
Lonjakan Depresi dan Pikiran Bunuh Diri
Menurut data terbaru yang akan dipresentasikan dalam konferensi ilmiah tahunan tentang bunuh diri di Israel, sebanyak 39,4 persen mahasiswa melaporkan gejala depresi berat. Sementara itu, 33,8 persen lainnya mengaku memiliki pikiran bunuh diri aktif dalam berbagai tingkatan.
Temuan ini menunjukkan penurunan drastis kondisi kesehatan mental sejak pecahnya konflik pada Serangan 7 Oktober 2023. Penelitian juga mencatat peningkatan signifikan gejala depresi sebelum dan sesudah peristiwa tersebut.
Jauh di Atas Rata-Rata Global
Angka yang ditemukan dalam studi ini jauh melampaui rata-rata global. Secara umum, hanya sekitar 20 hingga 25 persen mahasiswa di luar Israel yang melaporkan gejala depresi, sementara 18 hingga 24 persen mengalami pikiran bunuh diri selama masa studi.
Para peneliti menegaskan bahwa sejumlah faktor menjadi pemicu utama tekanan psikologis tersebut, termasuk depresi, kecemasan, stres, gangguan tidur, hingga ketidakpastian ekonomi dan keamanan. Dinas militer cadangan serta kekhawatiran terhadap keselamatan anggota keluarga juga memperburuk kondisi mental mahasiswa di tengah konflik yang belum mereda.