Serangan dahsyat yang dikirimkan Iran ternyata menimbulkan efek luar biasa bagi Israel. Bukan hanya bangunan dan tata kota saja yang hancur. Gelombang serangan rudal dari Iran nyatanya mampu meruntuhkan psikologis warga Israel.
Sebagaimana dilaporkan di sejumlah sumber-sumber berbahasa Ibrani, adanya lonjakan panggilan ke pusat trauma yang sangat signifikan. Tidak tanggung-tanggung, lonjak jumlah warga Israel yang mencari dukungan psikologis ini mencapai lebih dari 100%.
Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari Tasnim News Agency, Rabu (18/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Mental Warga Israel Diruntuhkan
Harian Ibrani Maariv melaporkan bahwa jumlah warga Israel yang mencari dukungan psikologis melonjak hingga 350%. Lonjakan tersebut terjadi beberapa jam setelah serangan dahsyat rudal Iran terhadap rezim Zionis.
Data itu berdasarkan Asosiasi Pusat Trauma Israel, yang membantu mereka yang terkena dampak trauma mental terkait perang.
Menurut Direktur Jenderal Asosiasi Pusat Trauma Israel, Efrat Shafrut, warga Israel di seluruh wilayah pendudukan membanjiri saluran telepon. Di mana mereka digambarkan memperlihatkan sejumlah gejala seperti menangis, gemetar, serangan panik, kecemasan ekstrem dan detak jantung meningkat.
Advertisement
Ciptakan Dampak Psikologis yang Belum Pernah Terjadi
Shafrut menambahkan, warga Israel yang menelepon Asosiasi Pusat Trauma Israel mengatakan bahwa mereka kehilangan kendali. Selain itu, mereka juga mengaku terlalu takut untuk meninggalkan tempat penampungan atau tempat perlindungan bom.
Analis juga mengatakan, intensitas dan skala operasi Iran kepada Israel beberapa hari belakang telah menciptakan dampak psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pemukim ilegal Israel.
Terutama karena ini menandai pertama kalinya sejak 1948 warga Israel berada di bawah serangan rudal langsung dan berkelanjutan jauh di dalam wilayah yang diduduki.
Advertisement
Terbangun dalam Ketakutan & Kebingungan
Lebih lanjut, warga Israel dikatakan selalu terbangun dalam keadaan takut dan bingung selama tiga hari berturut-turut.
Apalagi media Ibrani yang sebelumnya mengulas retorika perang yang biasa kini telah beralih ke liputan penuh tentang cedera, pemandangan kehancuran dan rumah sakit yang kewalahan.
Bahkan, warga Israel pun melihat perubahan dramatis dalam nada saat menonton siaran televisi Israel. Komentator telah mengganti slogan-slogan pencegahan dan dominasi dengan diskusi tentang bangunan yang runtuh, keluarga yang mengungsi, korban sipil dan jiwa publik yang sangat terguncang.
Transformasi ini tentu semakin menggarisbawahi dampak psikologis yang mendalam yang ditimpakan pada entitas Zionis setelah tanggapan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap agresi Israel.