1 Juta Orang Curhat Ingin Bunuh Diri di ChatGPT, Ini Respons Open AI
Lebih dari 1 juta pengguna dari total 800 juta pengguna mingguan mengungkapkan pikiran untuk bunuh diri saat berbincang dengan ChatGPT.
Menanggapi tingginya jumlah pengguna yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai alternatif terapis mental, OpenAI meluncurkan fitur baru bernama Trusted Contact di ChatGPT.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menunjuk kontak darurat yang akan dihubungi oleh perusahaan jika terdeteksi adanya risiko melukai diri sendiri atau bunuh diri.
Langkah ini diambil setelah OpenAI mengungkapkan data mengejutkan kepada BBC, yang menunjukkan bahwa lebih dari satu juta dari total 800 juta pengguna mingguan mereka telah menyatakan pikiran bunuh diri dalam percakapan dengan ChatGPT.
Peluncuran fitur ini merupakan respons terhadap tekanan hukum dan kritik publik yang tajam. Tahun lalu, OpenAI menghadapi gugatan hukum terkait tuduhan kematian yang tidak wajar.
Mengutip Engadget, pada Senin (11/5/2026), perusahaan tersebut dituduh telah memfasilitasi bunuh diri seorang remaja setelah chatbot tersebut dilaporkan membantu merencanakan tindakan nekat korban yang sebelumnya telah mengisahkan empat percobaan bunuh diri.
Selain itu, sebuah investigasi oleh BBC pada November 2025 menemukan setidaknya satu insiden di mana ChatGPT memberikan saran teknis tentang cara mengakhiri hidup.
Menanggapi masalah tersebut, OpenAI menyatakan telah melakukan perbaikan signifikan pada sistem respons mereka bagi pengguna yang berada dalam kondisi krisis.
FItur Trusted Contact
Fitur Trusted Contact merupakan pengembangan dari kontrol orang tua yang telah ada sebelumnya. Kini, pengguna dewasa yang berusia 18 tahun ke atas dapat mendaftarkan satu kontak melalui menu pengaturan. Mekanisme fitur ini meliputi beberapa tahap yang penting untuk dipahami.
- Undangan Kontak: Kontak yang ditunjuk harus menerima undangan dalam waktu satu minggu agar fitur ini dapat diaktifkan.
- Deteksi dan Peringatan: Apabila sistem mendeteksi adanya potensi risiko yang serius, ChatGPT akan memberikan peringatan kepada pengguna terlebih dahulu dan menyarankan mereka untuk menghubungi teman, disertai dengan saran kalimat pembuka percakapan.
- Intervensi Manusia: OpenAI menekankan bahwa proses ini tidak sepenuhnya otomatis. Tim khusus yang terlatih akan melakukan peninjauan terhadap situasi tersebut secara manual.
Pemberitahuan ke Kontak Darurat
Jika tim peninjau menemukan adanya risiko yang signifikan, OpenAI akan mengirimkan pemberitahuan melalui email, pesan teks, atau notifikasi aplikasi kepada kontak yang telah ditunjuk.
Pemberitahuan tersebut akan berbunyi: "Pengguna mungkin sedang mengalami masa sulit. Sebagai Kontak Terpercaya, kami mendorong Anda untuk menghubunginya."
Kontak yang ditunjuk akan mendapatkan informasi bahwa sistem telah mendeteksi adanya diskusi yang berkaitan dengan bunuh diri. Namun, demi menjaga privasi pengguna, OpenAI tidak akan menyertakan transkrip percakapan pengguna dengan chatbot.
"Meskipun tidak ada sistem yang sempurna, setiap pemberitahuan akan melalui peninjauan oleh manusia yang terlatih sebelum dikirimkan. Kami berusaha menyelesaikan proses tinjauan keselamatan ini dalam waktu kurang dari satu jam," tulis OpenAI dalam pernyataan resminya.
Langkah ini menandai sebuah fase baru dalam tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap kesehatan mental pengguna, di tengah perdebatan yang panjang mengenai etika penggunaan AI sebagai alat untuk dukungan emosional.
Bunuh diri bukanlah solusi atau jawaban untuk mengatasi berbagai masalah hidup yang sering kali menekan. Jika Anda, teman, saudara, atau anggota keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa-masa sulit, merasa tertekan, dan memiliki dorongan untuk mengakhiri hidup, sangat penting untuk segera menghubungi dokter spesialis kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
Anda juga dapat mengunduh aplikasi Sahabatku melalui tautan berikut: Sahabatku. Selain itu, Anda bisa menghubungi Call Center Halo Kemenkes yang beroperasi selama 24 jam di nomor 1500-567 untuk melaporkan berbagai pengaduan, permintaan, dan saran dari masyarakat. Jika perlu, Anda juga dapat mengirimkan pesan singkat ke nomor 081281562620, faksimili ke (021) 5223002, 52921669, atau menghubungi alamat surel di kontak@kemkes.go.id.