Banyak Karyawan Perusahaan Teknologi Kena PHK, OpenAI Justru Rekrut 8.000 Orang
OpenAI merencanakan ekspansi signifikan yang ditargetkan dapat menambah jumlah karyawan hingga 8.000 orang pada akhir tahun 2026.
Di tengah banyaknya perusahaan teknologi besar di dunia yang masih terjebak dalam praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk meningkatkan efisiensi, OpenAI justru mengambil pendekatan yang berbeda.
Perusahaan yang mengembangkan ChatGPT ini sedang mempersiapkan rencana ekspansi yang signifikan, dengan target untuk menambah jumlah karyawan hingga mencapai 8.000 orang pada akhir tahun 2026.
Rencana ambisius ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, yang dikutip pada Senin (23/3/2026).
Apabila rencana ini terwujud, OpenAI akan menggandakan jumlah stafnya dari sekitar 4.500 karyawan saat ini.
Menurut laporan tersebut, proses rekrutmen yang masif ini akan mencakup berbagai departemen penting, termasuk pengembangan produk, teknik (engineering), riset, dan tim penjualan.
Salah satu posisi yang menarik perhatian adalah 'Specialists for Technical Ambassadorship'. Posisi ini diciptakan khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi AI yang kompleks dan kebutuhan praktis di dunia bisnis.
Para spesialis ini akan bertugas membantu klien korporasi dalam memaksimalkan penggunaan alat-alat AI yang dikembangkan oleh OpenAI, sehingga dapat lebih efektif dan terintegrasi dalam operasi bisnis mereka.
Persaingan Sengit dengan Anthropic
Upaya agresif OpenAI dalam merekrut karyawan baru dianggap sebagai strategi untuk menghadapi dominasi pesaing terdekatnya, yaitu Anthropic.
Meskipun OpenAI dikenal sebagai pelopor dalam bidang ini, data terbaru menunjukkan bahwa posisi mereka mulai terancam oleh pengembang chatbot Claude.
Menurut laporan AI Index dari Ramp, sebuah perusahaan fintech yang mengelola pengeluaran korporasi, terjadi pergeseran preferensi di antara perusahaan.
Data tersebut mengindikasikan bahwa saat ini, 70 persen pelaku bisnis lebih memilih layanan dari Anthropic ketimbang OpenAI ketika mereka memutuskan untuk berinvestasi dalam layanan kecerdasan buatan.
Perluasan ke Sektor Publik dan Swasta
OpenAI tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga aktif dalam memperluas pasar yang mereka jangkau.
Pada bulan Februari yang lalu, perusahaan ini mencapai tonggak penting dengan berhasil mendapatkan kontrak dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD). Kontrak tersebut diperoleh OpenAI setelah terjadinya ketegangan antara Anthropic dan lembaga federal tersebut.
Di sisi swasta, OpenAI dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan kerja sama strategis dengan perusahaan ekuitas swasta terkemuka.
Menurut laporan Reuters, OpenAI sedang berada dalam "pembicaraan tahap lanjut" dengan Brookfield Asset Management. Kerja sama ini bertujuan untuk menerapkan alat AI yang dikembangkan oleh OpenAI ke seluruh portofolio perusahaan yang dikelola oleh firma manajemen aset tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI tidak hanya berambisi menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi, tetapi juga ingin bersaing secara efektif dalam penetrasi pasar di berbagai sektor.