Kerja Keras Tidak Mengkhianti Hasil Ternyata Cuma Mitos, Begini Kata Pakar Karier
Pakar karier dan profesor di Universitas Stanford, memberikan pandangan bagaimana cara agar seseorang tidak terlewatkan dalam promosi dan peningkatan gaji.
Banyak orang beranggapan bahwa dengan bekerja keras, hasil yang diinginkan akan muncul secara otomatis dan diakui oleh orang lain. Namun, kenyataannya, meraih kesuksesan tidak semudah itu.
Jeffrey Pfeffer, seorang ahli dalam kepemimpinan dan pengembangan karier, mengungkapkan bahwa kerja keras saja tidak cukup untuk memajukan karier seseorang. Dalam wawancara yang dipublikasikan oleh CNBC pada Senin, (22/9/2025), Pfeffer menyatakan bahwa banyak individu, terutama generasi muda, masih percaya bahwa usaha mereka akan langsung terlihat dan dihargai oleh atasan.
"Kerja keras akan diakui dengan sendirinya, jika Anda patuh dan mengikuti aturan, Anda akan berhasil," ungkapnya. Pfeffer, yang merupakan penulis 16 buku, pengajar di MasterClass, serta profesor perilaku organisasi di Stanford University, menekankan bahwa hanya bekerja sesuai dengan norma yang ada justru dapat membuat seseorang terlupakan.
Ia menjelaskan bahwa karyawan yang paling sukses adalah mereka yang berani berbeda, mampu mengungkapkan keinginan, dan bersedia untuk menonjol.
"Anda dinilai dari bagaimana Anda menunjukkan diri Anda," kata Pfeffer. "Oleh karena itu, cara Anda menampilkan diri sama pentingnya dengan apa yang Anda kerjakan," tambahnya.
Jika seseorang hanya mematuhi deskripsi pekerjaannya tanpa berinisiatif, mereka akan menghadapi risiko untuk kalah bersaing dan terpinggirkan dari kesempatan promosi serta kenaikan gaji. Hal ini terutama berlaku jika dibandingkan dengan rekan-rekan yang lebih aktif, seperti mereka yang menawarkan diri untuk terlibat dalam proyek baru dan menjalin hubungan baik dengan atasan.
Bagi beberapa individu, terutama yang pemalu atau pendiam, mengungkapkan pendapat dalam rapat dan menunjukkan diri bisa menjadi tantangan. Namun, Preffer menegaskan bahwa hal ini tidak berkaitan dengan tipe kepribadian seperti introvert atau ekstrovert.
"Saya tidak peduli Anda introvert, ekstrovert, atau apapun. Anda harus melakukan pekerjaan itu, bukan? Ini bukan tentang kepribadian, ini tentang perilaku," tegasnya.
Berikan pendapat Anda selama rapat
Oleh karena itu, disarankan untuk mulai terbiasa dalam menyampaikan ide-ide saat rapat serta membangun hubungan profesional yang baik. Hal ini dapat dilakukan melalui platform seperti LinkedIn, atau melalui percakapan santai saat ngopi dan makan siang bersama rekan kerja. Selain itu, menjalin hubungan yang baik dengan atasan juga sangat penting, salah satunya dengan memberikan apresiasi yang sederhana.
Misalnya, Anda dapat menyatakan penghargaan terhadap cara atasan memimpin rapat darurat atau meminta mereka memberikan masukan mengenai karier Anda. Menurut Pfeffer, tindakan-tindakan kecil seperti ini dapat membuat Anda diingat saat atasan mempertimbangkan kandidat untuk kesempatan baru yang ada.
"Saya tidak perlu memuji rekan kerja saya. Saya perlu memuji atasan saya," ujarnya. "Para atasan adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas karier Anda."
Selain membahas perilaku, Preffer juga memberikan satu saran penting yang dianggap memiliki pengaruh signifikan. Ia merekomendasikan agar kita berpakaian dengan lebih rapi dan profesional dibandingkan dengan orang-orang di sekitar kita. Menurutnya, hal ini dapat menciptakan kesan percaya diri dan membantu membangun citra profesional yang positif.
Saran yang diberikan Preffer sejalan dengan pandangan dari ahli fashion, Stacey London dan Clinton Kelly. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Kelly menyatakan bahwa perhatian terhadap cara berpakaian dapat memberikan sinyal bahwa individu tersebut kemungkinan besar akan serius dan teliti dalam menjalankan pekerjaannya. Oleh karena itu, memperhatikan penampilan bukan hanya tentang estetika, tetapi juga berpengaruh terhadap persepsi orang lain terhadap profesionalisme kita.