Asli Bikin Ngiler! Ini Gaji Fantastis Karyawan yang Direkrut Mark Zuckerberg Demi Proyek AI Super Canggih
Berikut daftar gaji tertinggi karyawan yang direkrut Mark Zuckerberg untuk ambisi besar Meta Superintelligence Labs.
Meta menggelontorkan miliaran dolar untuk merekrut ahli AI. Yang paling mencolok, perusahaan ini bahkan tak segan membajak para talenta terbaik dari para rivalnya di bidang kecerdasan buatan.
Tapi, semua ini untuk apa? Tentu saja, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini benar-benar ingin all-in membangun masa depan kecerdasan buatan.
Mereka menyebut visi besar ini sebagai AI superintelligence. Dan untuk mewujudkannya, perusahaan membentuk Meta Superintelligence Labs.
“Kecerdasan personal dapat membantu kita mencapai tujuan dan akan menjadi yang paling berguna. Perangkat pribadi seperti kacamata yang memahami konteks kita karena bisa melihat apa yang kita lihat, mendengar apa yang kita dengar, dan berinteraksi dengan kita sepanjang hari akan menjadi perangkat komputasi utama kita,” tulis Zuckerberg.
Mengutip IndiaTimes, Rabu (6/8), versi superintelligence milik Meta juga bertujuan untuk memahami tujuan manusia, beradaptasi secara otonom, dan meningkatkan dirinya sendiri dengan input manusia seminimal mungkin.
“Visi Meta adalah membawa personal superintelligence kepada semua orang. Kami percaya bahwa kekuatan ini harus ada di tangan masyarakat agar bisa diarahkan sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka,” kata Zuckerberg.
Berikut adalah ahli AI yang berhasil digaet Meta dengan bayaran luar biasa:
Shengjia Zhao
Salah satu pencipta OpenAI’s ChatGPT, yang kini menjabat sebagai ilmuwan utama di Meta Superintelligence Labs.
Ruoming Pang
Mantan kepala tim model AI Apple, dilaporkan bergabung dengan Meta dengan paket kompensasi sekitar USD200 juta atau Rp3,2 triliun.
Trapit Bansal
Ia pernah mengerjakan model seri O OpenAI, juga direkrut dengan paket gaji sekitar USD100 juta atau Rp1,6 triliun.
Nat Friedman
Mantan CEO GitHub, kini memimpin upaya AI Meta bersama Wang.
Shuchao Bi, Ji Lin, dan Jiahui Yu
Semuanya berpengalaman mendalam dalam pengembangan model-model canggih OpenAI kini bergabung untuk mempercepat pekerjaan Meta dalam bidang AI multimodal dan berbasis suara. Sayang angkanya belum diketahui.
Joel Pobar, Jack Rae, Pei Sun, dan Johan Schalkwyk
Dilaporkan telah bergabung dengan Meta, masing-masing membawa keahlian unik dalam hal skalabilitas sistem AI besar, pengenalan suara, dan pemrosesan multimodal.
Matt Deitke
Ia orang yang ahli di bidang AI multimodal. Jenis sistem yang dapat memahami gambar, suara, dan teks sekaligus. Deitke sebelumnya menolak tawaran awal sebesar USD125 juta atau sekitar Rp2 triliun.
Namun setelah bertemu langsung dengan Zuckerberg, tawaran itu digandakan menjadi USD250 juta atau sekitar Rp4 triliun, dengan potensi USD100 juta dibayarkan hanya di tahun pertama. Ia akhirnya menerima tawaran tersebut.