Jubir Meta soal Kabar Tawaran Pindah Rp4,9 T ke Peneliti OpenAI: Pernyataan Sesat!
Menurut Jubir Meta pernyataan-pernyataan yang liar itu sungguh menyesatkan.
Meta membantah laporan yang menyebut perusahaan milik Mark Zuckerberg itu menawarkan kompensasi hingga USD300 juta (sekitar Rp4,9 triliun) untuk membajak peneliti dari OpenAI.
Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wired, yang menyebut Meta menawarkan saham senilai USD100 juta di tahun pertama dan total paket hingga USD300 juta selama empat tahun kepada setidaknya 10 peneliti OpenAI. Namun Andy Stone, juru bicara Meta, membantah keras tuduhan itu.
“Pernyataan-pernyataan tersebut tidak benar. Ukuran dan struktur paket kompensasi telah sangat disalahartikan di mana-mana,” kata Stone dikutip dari NYPost, Jumat (4/7).
Ia menuduh ada pihak yang sengaja membesar-besarkan angka untuk kepentingan sendiri. Meski menolak angka fantastis tersebut, Meta mengakui telah merekrut setidaknya delapan peneliti OpenAI dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa nama yang bergabung termasuk Shengjia Zhao, Jiahui Yu, Shuchao Bi, Hongyu Ren, Trapit Bansal, Lucas Beyer, Alexander Kolesnikov, dan Xiaohua Zhai. Empat di antaranya masuk ke unit Meta Superintelligence yang dipimpin Alexandr Wang.
Langkah agresif Meta memicu reaksi keras dari OpenAI. CEO Sam Altman dalam pesan Slack internal yang dilaporkan Wired menyebut pendekatan Meta “terasa cukup tidak pantas.” Altman menekankan bahwa Meta tidak berhasil menarik “orang-orang top” di timnya, meski mengakui kehilangan beberapa peneliti hebat.
Chief Research Officer OpenAI Mark Chen juga menulis memo internal yang bocor ke media. Ia menggambarkan perebutan talenta ini seperti “seseorang masuk ke rumah kita dan mencuri sesuatu.”
Chen menyebut dirinya dan Altman bekerja siang malam untuk mempertahankan staf kunci, termasuk menyesuaikan kompensasi dan menawarkan pengakuan lebih pada talenta top.
Ketegangan ini terjadi di tengah ambisi Meta untuk memimpin pengembangan AI canggih. Meta baru-baru ini meluncurkan Meta Superintelligence Labs, unit khusus untuk riset sistem reasoning setara manusia, dan menunjuk Alexandr Wang sebagai Chief AI Officer pertama. Meta juga menggelontorkan USD14,3 miliar untuk membeli 49% saham Scale AI.
Sementara itu, Altman berupaya menenangkan karyawan OpenAI dengan menegaskan potensi kenaikan nilai saham perusahaan jauh lebih besar dibanding Meta. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan budaya perusahaan di tengah tekanan persaingan industri.
Persaingan memperebutkan talenta AI ini mencerminkan eskalasi strategi perusahaan teknologi untuk mengamankan tim riset terbaik. Dengan taruhan besar pada masa depan AI generatif, perang bakat antara raksasa teknologi diprediksi kian intens.