Pasca Mark Zuckerberg merekrut empat ahli AI OpenAI, situasi di internal memanas. Chief Research Officer OpenAI, Mark Chen, cepat-cepat mengirim memo ke seluruh karyawan. Isinya menghentak. Menganologikan hilangnya empat ahli AI nya sebagai kecolongan.
“Saya merasa seperti ada yang membobol rumah kita dan mencuri sesuatu. Tolong percaya, kami tidak tinggal diam,” tulis Chen penuh emosi dikutip Wired, Kamis (3/7).
Chen memastikan ia bekerja bersama CEO Sam Altman dan para pimpinan lain siang malam untuk berbicara dengan karyawan yang mendapat tawaran pindah. Dia menegaskan OpenAI lebih proaktif dari sebelumnya, sedang menyesuaikan kompensasi, dan merancang cara kreatif untuk menghargai talenta top.
Sebagaimana diketahui, persaingan merebut peneliti AI terbaik di Silicon Valley kian brutal. Zuckerberg dilaporkan menawarkan bonus tanda tangan hingga USD100 juta plus paket kompensasi tahun pertama yang menggiurkan. Angka itu disebut-sebut telah terkonfirmasi beberapa sumber di OpenAI. Namun, Meta membantah.
“Dalam sebulan terakhir, Meta agresif membangun upaya AI baru mereka dan berkali-kali mencoba merekrut talenta terbaik kita dengan tawaran berbasis kompensasi,” terang Chen.
Chen juga mengingatkan staf untuk tidak terburu-buru mengambil tawaran. Memo itu menyertakan pesan dari tujuh pemimpin riset lain di OpenAI yang memotivasi rekan-rekan mereka.
Salah satunya berkata: “Kalau mereka menekan atau kasih tawaran ‘meledak’ yang bikin buru-buru, bilang saja agar berhenti menekan. Itu bukan cara yang baik untuk mengambil keputusan besar seperti ini.”
Chen menegaskan dia ingin mempertahankan semua orang tapi tidak mau mengorbankan keadilan.
“Saya akan berjuang untuk mempertahankan kalian semua, tapi tidak dengan harga keadilan untuk yang lain,” tulisnya.
Selain godaan gaji fantastis, ada isu lain: beban kerja tinggi. Menurut sumber Wired, banyak staf OpenAI kerja hingga 80 jam per minggu. Perusahaan bahkan berencana tutup operasional minggu depan demi memberi waktu staf beristirahat.
Dalam memo itu, salah satu pemimpin riset mengingatkan: “Meta tahu kita akan recharge minggu ini dan mereka akan coba menekan kalian mengambil keputusan cepat dan sendirian. Kalau merasa ditekan, jangan ragu menghubungi kami. Saya dan Mark siap mendukung!”
Menanggapi memo itu, CEO Sam Altman menulis di Slack: “Sungguh luar biasa melihat kepemimpinan dan integritas Mark dalam proses ini, terutama saat harus membuat keputusan sulit. Sangat bersyukur kita memilikinya sebagai pemimpin!”