Duit Mark Zuckerberg Ternyata Bikin Gemetar Tim OpenAI
Sam Altman sempat was-was gara-gara cara Mark Zuckerberg rekrut orang. Pendiri & CEO Open AI ini yakin engineer hebatnya tak tergiur. Namun duit berkata lain.
Pernyataan CEO Open AI, Sam Altman di podcast Uncapped Jack Altman, ternyata tak terbukti. Ia menyebut engineer Open AI tak tergoda duit miliaran yang ditawarkan Mark Zuckerberg untuk pindah ke Meta.
“Mereka mulai menawarkan angka luar biasa ke banyak orang di tim kami—bonus tanda tangan USD100 juta, dan kompensasi tahunan yang lebih besar dari itu. Itu benar-benar gila, tapi sejauh ini tidak ada,” kata Altman.
Sayangnya, tak semua engineer di sana ‘kebal duit’. Terbukti beberapa engineer top Open AI memutuskan untuk bergeser ke Meta.
Sebagaimana diketahui, proyek ambisius Mark itu dipimpin Alexandr Wang. Mantan CEO Scale AI ini akan menjabat sebagai Chief of AI Meta dan akan ditemani Nat Friedman, bekas CEO GitHub.
Lantas, siapa saja orang-orang hebat Open AI yang dibajak Mark Zuckerberg?
Mengutip laman IndiaToday, Rabu (2/7), yang paling banyak dibicarakan dari gebrakan ini adalah aksi Meta “membajak” peneliti AI top dari para pesaingnya seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.
Bloomberg melaporkan Meta telah merekrut 11 peneliti papan atas, termasuk:
- Trapit Bansal (co-creator model o-series OpenAI)
- Shuchao Bi (terlibat dalam GPT-4o voice dan multimodal post-training)
- Huiwen Chang (pengembang alat image generation di Google Research)
- Ji Lin (kontributor GPT-4 dan sistem reasoning)
- Joel Pobar (mantan Meta yang sempat ke Anthropic lalu kembali)
- Jack Rae, Johan Schalkwyk, Pei Sun (Google)
- Hongyu Ren, Jiahui Yu, Shengjia Zhao (OpenAI)
Menurut sumber internal dan laporan media, Zuckerberg secara pribadi menghubungi para peneliti dari perusahaan pesaing — termasuk Google — melalui email atau pesan WhatsApp, dan menawarkan paket kompensasi tujuh hingga delapan digit.
Langkah ini bertujuan mendongkrak reputasi dan performa unit AI Meta yang selama ini tertinggal dari kompetitor seperti OpenAI, Anthropic, DeepSeek, dan Google DeepMind.
Meta Superintelligence Labs bukan sekadar divisi baru. Ini adalah taruhan besar Zuckerberg untuk menempatkan Meta di pusat era baru kecerdasan buatan.
Dengan tim elite dan dana miliaran dolar, Meta jelas serius untuk memimpin perlombaan menciptakan AI yang mendekati kecerdasan manusia, bahkan melampauinya.
Namun, Meta bukan satu-satunya pemain besar dengan ambisi serupa. Microsoft pada tahun ini menghabiskan USD650 juta untuk mengakuisisi sebagian besar tim Inflection AI. Amazon juga disebut merekrut staf kunci dari Adept.