Dua Kata yang Bikin ChatGPT Rugi Hingga Ratusan Miliar Sehari
CEO OpenAI, Sam Altman, ungkap bahwa ucapan ini yang dikirim oleh pengguna ChatGPT berdampak pada biaya komputasi yang tinggi.
CEO OpenAI, Sam Altman, baru-baru ini memicu perdebatan dengan pernyataannya mengenai kebiasaan pengguna ChatGPT yang mengucapkan kata-kata sopan seperti 'silakan' dan 'terima kasih'.
Ia mengklaim bahwa kebiasaan ini telah mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan, mencapai puluhan juta dolar.
"Puluhan juta dolar lenyap, dan kalian tidak pernah tahu itu," kata Altman dilansir dari Quartz, Selasa (22/4).
Pernyataan ini menarik perhatian banyak pihak, mengingat besarnya biaya komputasi yang harus ditanggung akibat tambahan beban pemrosesan data dari interaksi yang tampaknya sepele ini.
Altman menjelaskan bahwa meskipun penggunaan kata-kata sopan terlihat tidak penting, dampaknya terhadap konsumsi energi dan biaya operasional sangat nyata.
Dilansir dari The Washington Post, dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, setiap interaksi dengan AI, sekecil apapun, berkontribusi pada total konsumsi energi yang digunakan oleh sistem tersebut.
Pernyataan Altman ini tidak sepenuhnya disetujui oleh semua pihak. Beberapa arsitek AI berpendapat bahwa bersikap sopan saat berinteraksi dengan AI dapat menghasilkan respons yang lebih baik dan kolaboratif.
Mereka berargumen bahwa bahasa yang digunakan dalam prompt sangat mempengaruhi kualitas respons yang diberikan oleh model AI generatif seperti ChatGPT.
Oleh karena itu, meskipun ada biaya tambahan, ada potensi manfaat yang mungkin diperoleh dari interaksi yang lebih manusiawi.
Biaya Komputasi dan Dampak Energi dari Interaksi AI
Sebuah survei yang dilakukan pada akhir tahun 2024 menunjukkan bahwa 67% responden di Amerika Serikat merasa perlu untuk bersikap ramah kepada chatbot. Dari jumlah tersebut, 55% melakukannya karena merasa itu adalah hal yang benar, sedangkan 12% lainnya melakukannya untuk 'menyenangkan algoritma' sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi pemberontakan AI di masa depan.
Studi lain juga menunjukkan bahwa menghasilkan email yang hanya terdiri dari 100 kata dengan menggunakan AI membutuhkan energi yang cukup untuk menyalakan 14 lampu LED selama satu jam. Dengan permintaan yang sangat besar setiap harinya, konsumsi energi sistem AI secara keseluruhan sangat tinggi dan terus meningkat seiring dengan integrasi AI yang semakin luas dalam kehidupan sehari-hari.
Pusat data yang mendukung chatbot saat ini menghabiskan sekitar 2% dari total konsumsi energi dunia, dan angka ini diperkirakan akan meningkat pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak hanya berdampak pada biaya operasional perusahaan, tetapi juga berimplikasi pada lingkungan secara keseluruhan.