Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pendiri Kecerdasan Buatan Khawatir Perusahaannya Buat Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan

Pendiri Kecerdasan Buatan Khawatir Perusahaannya Buat Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan<br>

Pendiri Kecerdasan Buatan Khawatir Perusahaannya Buat Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan

Meski mengubah iklim pekerjaan, AI tidak berarti menjadi malapetaka dan kesuraman bagi semua pekerja. 

Teknologi yang terus mengalami inovasi menggeser kebiasaan manusia dalam menjalankan aktivitas. 

Namun CEO OpenAI, Sam Altman justru khawatir pesatnya teknologi berdampak jangka panjang di bidang ekonomi.

Dilansir Business Insider, Altman mengatakan, dibanding misinformasi yang beredar di media sosial akibat kecerdasan buatan, khususnya saat pemilihan umum, dia lebih mengkhawatirkan jika masyarakat justru menyepelekan dampak kecerdasan buatan terhadap perekonomian di masa depan.

"Saya khawatir kita tidak akan menganggapnya cukup serius di masa mendatang, dan ini adalah masalah yang sangat besar," ujar Altman.


“GPT-4 tidak mempunyai dampak besar yang terdeteksi terhadap perekonomian, sehingga orang-orang berpikir, 'Baiklah, kami terlalu khawatir tentang hal itu, dan itu tidak menjadi masalah'," imbuhnya.

Pendiri Kecerdasan Buatan Khawatir Perusahaannya Buat Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan

Sementara itu, penelitian baru mengungkap sejauh mana AI (artificial intellegence, kecerdasan buatan) dapat mengganggu perekonomian.

Sebuah studi Dana Moneter Internasional (IMF) yang dilakukan awal tahun ini menemukan bahwa AI dapat berdampak pada sekitar 60 persen pekerjaan di negara maju.

Sekitar setengah dari pekerjaan tersebut dapat diotomatisasi. Hal ini kemudian yang dapat menyebabkan berkurangnya perekrutan dan rendahnya upah.

Sementara menurut penelitian McKinesey, hampir 12 juta pekerja Amerika Serikat mungkin perlu berganti pekerjaan pada tahun 2030.

Para pekerja tampaknya sudah merasakan dampak AI pada pekerjaan mereka. 

Beberapa CEO mengatakan mereka telah mengganti staf mereka dengan chatbot AI, dan beberapa profesional mengatakan mereka kehilangan pekerjaan karena alat seperti ChatGPT.

Namun, AI tidak berarti malapetaka dan kesuraman bagi semua pekerja. 

Pendiri Kecerdasan Buatan Khawatir Perusahaannya Buat Banyak Orang Kehilangan Pekerjaan

Mereka yang optimis terhadap AI mengatakan bahwa mengetahui cara menggunakan teknologi ini dapat membantu karyawan menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas.

Mereka bahkan dapat naik jabatan di perusahaan dan menghasilkan lebih banyak uang.

Namun Altman mengatakan dia masih khawatir dengan potensi AI di pasar tenaga kerja. 

Tahun lalu, dia mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara bahwa dia "sedikit takut" dengan ChatGPT, dan memperingatkan bahwa pendirian perusahaannya dapat "menghilangkan" banyak pekerjaan.

"Saya pikir jika saya mengatakan saya tidak percaya, Anda seharusnya tidak mempercayai saya, atau menjadi sangat tidak senang dengan pekerjaan saya ini," kata Altman.

Peringati Hari Buruh, Pekerja Tembakau Minta Hal Ini ke Pemerintah
Peringati Hari Buruh, Pekerja Tembakau Minta Hal Ini ke Pemerintah

Keberlangsungan tenaga kerja sangat bergantung terhadap sikap pemerintah yang bertanggung jawab atas kewenangannya.

Baca Selengkapnya
Ingat, Perusahaan Tak Bayar THR Karyawan 7 Hari Sebelum Lebaran Bakal Kena Denda
Ingat, Perusahaan Tak Bayar THR Karyawan 7 Hari Sebelum Lebaran Bakal Kena Denda

Denda 5 persen ini tentunya akan diberikan kepada pekerja yang belum mendapatkan THR dari waktu yang ditetapkan pemerintah.

Baca Selengkapnya
Begini Cara Hitung Besaran THR Karyawan Tetap dan Pekerja Lepas, Cair Satu Pekan Sebelum Lebaran
Begini Cara Hitung Besaran THR Karyawan Tetap dan Pekerja Lepas, Cair Satu Pekan Sebelum Lebaran

Mengutip Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, THR Keagamaan adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
10 Pekerjaan Ini Nantinya Tak Butuh Manusia, Bisa Dijalankan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan
10 Pekerjaan Ini Nantinya Tak Butuh Manusia, Bisa Dijalankan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan

WEF melaporkan bahwa dominasi penggunaan kecerdasan buatan atau AI akan berdampak pada struktur pasar tenaga kerja.

Baca Selengkapnya
Catat, Karyawan yang Masuk Kerja di Hari Pencoblosan Berhak Dapat Uang Lembur
Catat, Karyawan yang Masuk Kerja di Hari Pencoblosan Berhak Dapat Uang Lembur

Pengusaha harus memberikan kesempatan kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan hak pilihnya.

Baca Selengkapnya
Pengusaha Tolak Usulan Kerja 4 Hari Seminggu, Begini Pertimbangannya
Pengusaha Tolak Usulan Kerja 4 Hari Seminggu, Begini Pertimbangannya

Padahal YLKI pun mengusulkan kebijakan serupa diterapkan di Tanah Air.

Baca Selengkapnya
SEMENIT PAHAM: Ajak Orang Golput di Pemilu Bisa Dipidana, Ini Aturannya
SEMENIT PAHAM: Ajak Orang Golput di Pemilu Bisa Dipidana, Ini Aturannya

Jangan sembarangan memprovokasi orang untuk tidak memilih di pemilu. Karena hal itu bisa melanggar pidana

Baca Selengkapnya
Siap-Siap, Perusahaan Telat Bayar THR Karyawan Kena Denda Segini
Siap-Siap, Perusahaan Telat Bayar THR Karyawan Kena Denda Segini

Batas pembayaran THR pegawai maksimal pada H-7 lebaran.

Baca Selengkapnya
Kisah Pengusaha Percetakan di Jember Raup Omzet Rp400 Juta per Bulan, Rekrut Puluhan Tetangga jadi Karyawan Dadakan
Kisah Pengusaha Percetakan di Jember Raup Omzet Rp400 Juta per Bulan, Rekrut Puluhan Tetangga jadi Karyawan Dadakan

Ia kebanjiran pesanan berbagai alat peraga kampanye untuk Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya
Hanya 4 Persen Karyawan Ambil Cuti Panjang saat Libur Lebaran 2024
Hanya 4 Persen Karyawan Ambil Cuti Panjang saat Libur Lebaran 2024

Ramadan dan Lebaran identik dengan penyelarasan jam kerja untuk mengakomodasi puasa, pengaturan cuti bagi karyawan yang mudik, dan pengunduran diri.

Baca Selengkapnya