Ini Fitur ChatGPT Favorit Bos OpenAI, Sudah Pernah Coba?
Bos-bos OpenAI blak-blakan bagaimana mereka memakai produk buatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak yang bertanya-tanya apa yang sering dilakukan oleh orang dalam OpenAI saat menggunakan ChatGPT. Pertanyaan itu pun akhirnya terjawab.
Business Insider membocorkannya. Dikutip Kamis, (3/7), dalam laporannya itu disebut para bos-bos di sana membagikan cara mereka memanfaatkan chatbot berbasis kecerdasan buatan ini dalam aktivitas sehari-hari.
Nick Turley, Kepala Produk ChatGPT di OpenAI, mengungkapkan ia rutin memakai fitur suara ChatGPT untuk menata pikirannya selama perjalanan ke kantor.
“Dengan sedikit keberuntungan dan biasanya berhasil, saya sudah punya daftar tugas yang lebih terstruktur ketika sampai,” ujarnya.
Namun Turley mengakui fitur suara belum sepenuhnya maksimal karena masih memiliki beberapa kekurangan.
Mark Chen, Chief Research Officer OpenAI, juga membagikan pengalamannya menggunakan ChatGPT untuk mempersiapkan pertemuan.
Ia memanfaatkan fitur riset mendalam untuk mencari konteks tentang orang yang akan ditemuinya, topik diskusi, dan hal-hal yang bisa jadi menarik.
“Saya sering mempersiapkan topik dengan ChatGPT,” kata Chen.
Sementara itu Andrew Mayne, mengaku memanfaatkan ChatGPT untuk merencanakan makanan saat diet. Ia menceritakan kebiasaannya memotret menu restoran dan meminta saran makanan sehat kepada chatbot.
Tetapi ia dan Turley sama-sama mengakui batas kemampuan AI terutama saat memilih wine. Turley berseloroh bahwa saran wine dari ChatGPT seringkali tidak nyata dan membingungkan pelayan restoran.
“Aku pesan ke pelayan, mereka bilang, ‘Nggak pernah dengar yang itu’, ungkap Turley sambil tertawa.
CEO OpenAI Sam Altman pun membagikan cara lebih sederhana memanfaatkan teknologi ini. Dalam podcast “ReThinking” pada Januari lalu, Altman menyebut ia memakainya untuk tugas-tugas membosankan seperti merapikan email dan meringkas dokumen.
Dalam diskusi lain pada Juni, ia pernah mengatakan kerap menggunakan ChatGPT sebagai orang tua untuk mencari informasi soal tahapan perkembangan anak.
“Orang sudah bisa merawat bayi tanpa ChatGPT sejak lama. Tapi saya nggak tahu gimana saya bisa melakukannya tanpa itu,” ujar Altman.
Cerita-cerita tersebut menunjukkan bagaimana fitur-fitur ChatGPT, mulai dari suara hingga pemrosesan konteks mendalam, semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah isu-isu seperti potensi “halusinasi” jawaban, para pemimpin OpenAI menilai perkembangan AI tetap penting untuk membantu orang merencanakan, memproses informasi, dan mengambil keputusan lebih baik.