Bukannya Untung Malah Buntung, Pria Ini Apes Terus Gara-Gara Punya Nama Mark Zuckerberg
Seorang pria bercerita terus-terusan menggugat Meta gara-gara dianggap meniru nama Mark Zuckerberg. Padahal itu adalah nama aslinya.
Seorang pengacara kebangkrutan di Indianapolis, Indiana, bernama Mark Zuckerberg menggugat Meta. Persoalannya adalah akun Facebook pribadinya berulang kali ditutup dengan alasan menyamar sebagai pendiri perusahaan tersebut.
Zuckerberg, yang kebetulan memiliki nama sama dengan CEO Meta, mengaku sudah 15 tahun berjuang menghadapi salah identitas di platform itu. Akun pribadinya yang terverifikasi telah ditutup lima kali.
Kasus terbaru terjadi Mei lalu, ketika halaman firma hukumnya ditutup untuk keempat kalinya dan ia kehilangan dana iklan sebesar USD11.000. Ia pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Marion dengan tuduhan kelalaian dan pelanggaran kontrak.
“Biasanya Anda bisa bilang, ya ini hanya Facebook. Tapi kali ini menyangkut keuntungan saya karena saya membayar iklan untuk bisnis,” kata Zuckerberg dikutip New York Post, Minggu (7/9).
Menurutnya, Meta menutup akun dengan tuduhan palsu yakni menggunakan nama selebritas, tidak memakai nama asli, dan melanggar standar komunitas.
“Mereka mengambil uang saya, lalu menutup akun saya dengan alasan itu. Pesannya selalu sama,” ujarnya.
Masalah Lama
Zuckerberg mengatakan akunnya pertama kali dinonaktifkan pada 2010. Sejak itu, setiap banding selalu melewati proses panjang, termasuk mengirimkan foto diri, SIM, hingga kartu kredit untuk membuktikan identitas.
“Saya pikir sangat menyinggung, perusahaan teknologi sebesar ini tidak bisa menandai akun saya dan mencegah masalah ini,” katanya.
Kesalahan identitas juga merembet ke kehidupan pribadi.
Firma hukumnya sering menerima panggilan dari pengguna Facebook yang salah sangka, menerima paket untuk CEO Meta, bahkan pernah dituntut keliru oleh lembaga negara bagian Washington pada 2020.
Dalam gugatannya, Zuckerberg meminta pengembalian dana iklan, biaya pengacara, serta jaminan agar akunnya tidak lagi ditutup.
“Klien saya tidak bisa menemukan saya. Itu memengaruhi bisnis saya,” tegasnya.
Ia bahkan bercanda ingin CEO Meta datang langsung, menyerahkan cek, berjabat tangan, dan meminta maaf.
Respons Meta
Meta mengaku baru menerima keluhan tersebut dan tengah meninjau.
“Kami tahu ada lebih dari satu Mark Zuckerberg di dunia, dan kami sedang menyelidiki masalah ini,” kata juru bicara Meta.
Sehari kemudian, perusahaan menyatakan akun Zuckerberg dari Indiana sudah dipulihkan setelah dinonaktifkan “secara tidak sengaja.”
“Kami menghargai kesabaran Bapak Zuckerberg dan berupaya mencegah hal ini terjadi lagi,” ujar perwakilan Meta.