Meta dilaporkan membayar insinyur kecerdasan buatan (AI) senior Apple, Ruoming Pang, sebesar USD200 juta atau setara Rp3,2 triliun untuk meninggalkan Apple dan bergabung dengan perusahaan milik Mark Zuckerberg. Nilai tersebut disebut lebih besar dari total gaji CEO Apple, Tim Cook, selama tiga tahun.
Pang, yang berbasis di New York, merupakan sosok penting di balik pengembangan sejumlah fitur AI utama Apple, termasuk peningkatan kecerdasan Siri, sistem notifikasi pintar, hingga fitur Genmoji.
Dengan pindahnya Pang, Meta disebut mendapatkan akses terhadap pengetahuan internal mengenai beberapa proyek AI paling sukses Apple.
Apple dikabarkan tidak berusaha menandingi tawaran Meta karena nilai kompensasi yang diberikan melampaui gaji para eksekutif tertinggi perusahaan tersebut.
“Apple membiarkan Pang pergi dengan semua pemahaman mendalam tentang proyek AI mereka,” ungkap sumber yang dikutip media teknologi internasional via SuperCarBlondie, Minggu (10/8).
Paket kompensasi yang diterima Pang menjadi yang terbesar sepanjang sejarah untuk seorang insinyur AI.
Langkah ini menegaskan agresivitas Meta dalam mengamankan talenta terbaik demi ambisinya mengembangkan kecerdasan buatan super (Artificial Superintelligence/ASI).
Kesepakatan ini juga menandai tren baru di industri teknologi, di mana insinyur AI papan atas kini dapat mengantongi pendapatan yang melampaui banyak CEO perusahaan Fortune 500.
Dengan tawaran fantastis tersebut, Meta menunjukkan kesiapannya untuk menggelontorkan dana besar demi memimpin perlombaan AI global.