Peran Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan dan Literasi Digital
Forum Nasional Perempuan Indonesia menyoroti Peran Perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan, pendidikan keluarga, hingga penguatan literasi digital masyarakat demi ketahanan bangsa. Simak selengkapnya!
Jakarta, 10/5 (ANTARA) - Forum Nasional Perempuan Indonesia kembali menegaskan pentingnya Peran Perempuan sebagai garda terdepan dalam berbagai aspek krusial bagi ketahanan bangsa. Diskusi yang digelar di Jakarta pada Minggu ini menyoroti kontribusi vital perempuan, mulai dari menjaga kelestarian lingkungan hingga memperkuat literasi digital di tengah masyarakat.
Peran strategis perempuan ini mencakup keterlibatan langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, serta pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. Hal ini menjadikan mereka fondasi penting bagi ketahanan ekologis dan keberlanjutan masa depan bangsa.
Selain isu lingkungan, forum ini juga membahas urgensi ketahanan bangsa di bidang pendidikan, digitalisasi, dan Artificial Intelligence (AI). Perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan utama dalam menghadapi perkembangan teknologi pesat, khususnya dalam penguatan literasi digital keluarga.
Perempuan dan Ketahanan Ekologis
Ketahanan ekologis menjadi pilar fundamental bagi masa depan bangsa, dan perempuan memegang posisi kunci dalam mewujudkannya. Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan, Sri Handayaningsih, menyatakan bahwa perempuan terlibat langsung dalam pengelolaan sumber daya esensial. Mereka berperan aktif dalam mengatur pangan, air, dan energi rumah tangga, serta menggerakkan ekonomi lokal berbasis masyarakat.
Kontribusi nyata perempuan juga terlihat dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), rehabilitasi hutan dan lahan, serta pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Produk seperti kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam yang dikembangkan perempuan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan. Sri Handayaningsih juga menekankan pentingnya menjaga DAS, karena semua daratan terbagi dalam DAS, sehingga menjaganya berarti menjaga keberlangsungan seluruh sektor kehidupan.
Menguatkan Literasi Digital Keluarga Melalui Peran Perempuan
Di era digital yang penuh tantangan, penguatan literasi digital nasional menjadi prioritas, dengan perempuan sebagai subjek utama. Jully Tjindrawan, Direktur Utama Robotic Explorer, menjelaskan bahwa teknologi robotik dan AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan modern. Oleh karena itu, perempuan harus melek digital dan memahami AI untuk menjadi agen perubahan.
Perempuan, sebagai pendidik utama dalam keluarga, memiliki tanggung jawab besar untuk membekali anggota keluarga dengan pemahaman digital yang kuat. Ini penting untuk melindungi keluarga dari ancaman seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, eksploitasi data pribadi, dan paparan konten negatif. Penguatan literasi digital keluarga menjadi benteng pertahanan di tengah arus informasi yang tak terbendung.
Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa Berkelanjutan
Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Jully Tjindrawan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas perempuan, dan masyarakat secara luas. Keterlibatan semua elemen ini akan memastikan bahwa upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan literasi digital dapat berjalan efektif dan memberikan dampak maksimal.
Sinergi ini tidak hanya mempercepat pencapaian tujuan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung ketahanan bangsa secara holistik. Dengan demikian, tantangan lingkungan dan digital dapat dihadapi dengan strategi yang komprehensif, memastikan Indonesia siap menghadapi masa depan yang dinamis.
Sumber: AntaraNews