Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Kemandirian Keluarga Hadapi Krisis Global
Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, mengajak Muslimat NU perkuat kemandirian keluarga hadapi krisis global. Ini krusial untuk ketahanan sosial dan ekonomi.
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan kemandirian dan ketahanan keluarga. Ajakan ini disampaikan kepada ibu-ibu Muslimat NU di Surabaya pada Minggu, 29 Maret 2026. Langkah ini krusial untuk menghadapi dampak krisis global yang dipicu perang, kelangkaan energi, serta ancaman ekonomi.
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Muslimat NU, Khofifah menyoroti peran sentral perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi keluarga. Tema HUT ke-80, "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban", menjadi landasan penting.
Khofifah, yang juga menjabat Gubernur Jawa Timur, menekankan kemandirian sebagai kunci pembangunan umat dan bangsa. Terutama di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, peran ibu sangat strategis. Ibu-ibu diharapkan memperkuat ekonomi keluarga, menumbuhkan semangat hidup sederhana, dan mengedepankan gotong royong.
Peran Strategis Ibu dalam Ketahanan Keluarga
Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ibu-ibu memegang peranan strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan semangat hidup sederhana di tengah masyarakat. Nilai gotong royong diyakini menjadi fondasi utama ketahanan bangsa yang kuat.
Dalam ajaran Islam, ibu diibaratkan sebagai sekolahan yang paling penting dan fundamental bagi anak-anaknya. Khofifah mengutip, "Bila ibu-ibu di dunia baik, maka dunia akan baik-baik saja." Pernyataan ini menggarisbawahi dampak luas dari peran seorang ibu dalam membentuk generasi.
Di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan melemahnya nilai kemanusiaan, keluarga dan ibu rumah tangga menjadi benteng utama. Mereka berperan vital dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing. Pentingnya membangun generasi yang kuat dan sejahtera juga ditekankan melalui kutipan Surat An-Nisa ayat 9.
Komitmen Muslimat NU Hadapi Tantangan Global
Muslimat NU berkomitmen untuk terus berperan aktif melalui kontribusi pemikiran dari berbagai kalangan. Akademisi, dai, pejabat publik, pekerja sosial, dan profesional diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Khofifah mengajak seluruh anggota untuk membangun diri dan terus melayani umat.
Tantangan ke depan diprediksi akan semakin kompleks, sehingga konsistensi dalam memperkuat nilai kemanusiaan sangat diperlukan. Selain itu, nilai kebangsaan dan perdamaian dunia juga menjadi fokus utama Muslimat NU. Organisasi ini tidak menginginkan perang dunia terjadi dan berharap para pemimpin berkomitmen membangun perdamaian.
Khofifah menegaskan bahwa dampak konflik global paling dirasakan oleh keluarga, khususnya kaum perempuan. Oleh karena itu, diperlukan ketangguhan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak menentu. "Namun kalau pemimpin dunia masih bersitegang, Muslimat siap untuk menguatkan diri dan melindungi anggota keluarga untuk tetap tangguh dalam kesederhanaannya," ujarnya.
Sumber: AntaraNews