Polres Bangka Barat Ajak Warga Aktif Cegah Tambang Liar di Perairan Mentok
Polres Bangka Barat mengajak masyarakat untuk aktif mencegah aktivitas tambang liar bijih timah di Perairan Mentok, mengingatkan bahaya iming-iming oknum dan komitmen penindakan tegas terhadap pelanggar hukum.
Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung, secara aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan aktivitas tambang liar bijih timah. Ajakan ini khusus ditujukan bagi warga di wilayah Perairan Mentok. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian lingkungan serta stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menegaskan bahwa penambangan di Perairan Tembelok dan Keranggan, Mentok, tidak memiliki izin resmi dari instansi terkait. Pihaknya mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur dengan janji-janji oknum penambang. Beberapa pihak bahkan mengatasnamakan aparat untuk menjanjikan imbalan kepada warga.
Upaya penertiban telah dilakukan, termasuk penyitaan ponton isap produksi di lokasi tersebut beberapa hari lalu. Tindakan tegas ini menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas praktik ilegal. Diharapkan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan perairan tersebut.
Bahaya Iming-Iming dan Pentingnya Kewaspadaan Warga
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap bujuk rayu oknum penambang. Oknum tersebut seringkali menjanjikan imbalan besar agar aktivitas tambang ilegal dapat terus berjalan. Padahal, kegiatan penambangan di Perairan Tembelok dan Keranggan tidak memiliki izin resmi.
Beberapa pihak bahkan berani mengatasnamakan aparat untuk meyakinkan warga kembali menambang. Hal ini tentu menyesatkan dan berpotensi menimbulkan masalah hukum bagi masyarakat yang terlibat. Oleh karena itu, warga diminta untuk tidak mudah percaya pada janji-janji palsu tersebut.
Aktivitas tambang ilegal tidak hanya merugikan negara tetapi juga merusak ekosistem laut. Kerusakan lingkungan dapat berdampak jangka panjang terhadap mata pencarian nelayan dan potensi wisata bahari. Edukasi mengenai dampak negatif ini menjadi krusial bagi masyarakat pesisir.
Penertiban Tegas untuk Lingkungan Perairan yang Lestari
Polres Bangka Barat telah menunjukkan komitmennya melalui penertiban ponton isap produksi di lokasi penambangan ilegal. Penindakan ini merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas tambang ilegal bijih timah. Penertiban dilakukan beberapa hari setelah imbauan dan peringatan tidak diindahkan.
Pada Kamis (7/5) siang, tim gabungan Satuan Polairud dan Satuan Reskrim Polres Bangka Barat berhasil menertibkan enam unit ponton isap produksi pola selam. Selain itu, 19 pekerja juga diamankan karena diduga masih melakukan penambangan di perairan tersebut. Barang bukti kini disita di Markas Komando Satuan Polairud Polres Bangka Barat.
Para pelaku penambangan ilegal saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku tambang ilegal.
Penindakan tegas ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di perairan yang dekat dengan Kawasan Objek Wisata Pantai Baturakit dan Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok. Keberadaan tambang liar dapat mengganggu keindahan wisata dan aktivitas pelabuhan.
Peran Serta Masyarakat dan Komitmen Pengawasan Berkelanjutan
Masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pencegahan tambang liar. Jika menemukan aktivitas penambangan atau kegiatan mencurigakan di wilayah perairan, warga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan cepat akan memungkinkan aparat untuk menindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Polres Bangka Barat terus melakukan langkah pengawasan dan patroli secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kemunculan kembali aktivitas tambang ilegal yang dapat mengganggu keamanan dan merusak lingkungan perairan. Pengawasan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan menindak tegas setiap aktivitas penambangan ilegal yang masih nekat beroperasi di Kabupaten Bangka Barat. Komitmen ini merupakan bagian dari atensi untuk menjaga lingkungan serta stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan perairan yang bersih dan lestari. Dengan sinergi ini, diharapkan Perairan Mentok dapat terbebas dari ancaman tambang ilegal.
Sumber: AntaraNews