7 dari 11 Ahli AI Andalan Mark Zuckerberg Orang China
Dari 11 ahli peneliti AI Meta Superintelligence, 7 di antaranya adalah orang China.
Meta mengumumkan pembentukan Meta Superintelligence Labs (MSL) dengan misi mengembangkan model AI generasi berikutnya. CEO Mark Zuckerberg menegaskan visi perusahaan untuk menghadirkan “superintelligence personal” yang bisa diakses semua orang.
Namun, bukan hanya pembentukan lab yang menyita perhatian. Meta juga mengumumkan daftar peneliti yang bergabung, dan tujuh dari 11 nama yang dipublikasikan adalah ilmuwan AI asal China.
Mengutip SCMP, Senin (7/7), mereka adalah Bi Shuchao, Chang Huiwen, Lin Ji, Ren Hongyu, Sun Pei, Yu Jiahui, dan Zhao Shengjia.
Para ilmuwan ini bukan sembarang orang. Mereka merupakan lulusan universitas top China seperti Tsinghua University, Peking University, Zhejiang University, hingga University of Science and Technology of China. Selepas kuliah di China, mereka menempuh pendidikan lanjut dan berkarier di Amerika Serikat.
Gelombang talenta asal China ke laboratorium baru Meta ini langsung jadi sorotan industri teknologi di Tiongkok. Banyak yang mengagumi bagaimana warga negara mereka mendominasi riset AI global.
Hal ini sejalan dengan pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang pada Mei lalu, yang mengatakan di Forum Hill & Valley bahwa “50 persen peneliti AI di dunia adalah orang Tiongkok”.
Daftar Ilmuwan AI China yang Join ke Meta
Chang Huiwen
Lulusan Tsinghua (Yao Class) dan meraih PhD dari Princeton dengan fokus pada image processing. Ia magang di Adobe dan Facebook sebelum mendapat Microsoft Fellowship pada 2016. Setelah bergabung dengan Google pada 2019, ia pindah ke OpenAI pada Juni 2023 untuk mengembangkan GPT-4o.
Lin Ji
Lulus dari Tsinghua pada 2018, kemudian meraih PhD di MIT pada 2023. Ia sempat magang di Google, Adobe, dan Nvidia sebelum bergabung dengan OpenAI pada November 2023 dengan spesialisasi reasoning multimodal dan synthetic data.
Sun Pei
Alumnus Tsinghua, lalu master di Carnegie Mellon. Ia sempat bekerja di Google pada 2011, Alluxio, kemudian ke Waymo pada 2017. Terakhir, ia menjadi peneliti utama di DeepMind, memimpin pengembangan Gemini AI.
Zhao Shengjia
Lulusan Tsinghua (2016) dan PhD dari Stanford (2022). Langsung bergabung dengan OpenAI setelah lulus, memimpin program synthetic data dan berkontribusi pada ChatGPT, GPT-4, dan mini-model lain.
Bi Shuchao
Sarjana matematika dari Zhejiang University, lalu master dan PhD di UC Berkeley. Ia mulai karier di Google (optimasi Google Ads dengan deep learning), ikut mendirikan YouTube Shorts, dan pada Mei 2024 menjadi kepala multimodal post-training di OpenAI.
Ren Hongyu
Lulus Peking University (2018), PhD dari Stanford (2023). Pernah magang di Microsoft, Nvidia, Google, dan Apple. Setelah lulus, bergabung dengan OpenAI memimpin tim post-training.
Yu Jiahui
Lulusan program Special Class for Gifted Young di University of Science and Technology of China. Meraih PhD di University of Illinois Urbana-Champaign. Pernah bekerja di Microsoft, Megvii, Adobe, Snap, Baidu, Nvidia, dan Google. Di DeepMind, ia terlibat dalam pengembangan Gemini sebelum pindah ke OpenAI pada Oktober 2023 memimpin tim perception.