Sesosok mayat tergantung bikin geger warga Sukabumi. F, remaja perempuan berusia 19 tahun ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, Jumat (13/2).
Warga Kampung Rawa Bungur RT 003/003, Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar dikenal aktif, ceria dan memiliki banyak teman. Selama ini, F tinggal sendirian di rumah ibunya, yang telah bekerja sebagai buruh migran di luar negeri selama kurang lebih delapan bulan. Sementara itu, ayahnya juga bekerja di luar negeri setelah perpisahan dengan ibunya.
Kecurigaan warga mulai muncul ketika rumah F terlihat sangat sepi dan tirai jendela tertutup sepanjang sore. Setelah beberapa kali mencoba menghubungi F melalui telepon seluler namun tidak mendapatkan respons, warga, berdasarkan saran dari pihak keluarga, terpaksa mencongkel jendela kamar untuk memastikan kondisinya.
"Sekitar pukul 19.30 Wib, warga berhasil masuk dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung di kayu loster pintu antara ruang tamu dan ruang makan," jelas seorang perangkat Desa Bojongtugu yang meminta namanya tidak disebutkan.
Warga turut merasakan duka, sebab F yang merupakan anak tunggal dan belum menikah, dikenal sebagai pribadi yang bersosialisasi dengan baik.
"Korban dikenal aktif dan memiliki banyak teman di lingkungan sekitarnya. Kejadian ini benar-benar tidak disangka oleh kami semua," tambah perangkat desa tersebut.
Advertisement
Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan lain yang ditemukan pada tubuh korban, kecuali bekas jeratan di leher.
"Saat dikonfirmasi, ditemukan bekas jeratan di leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak keluarga menyatakan peristiwa ini merupakan musibah dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Aipda Cecep. Keluarga korban telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menolak dilakukan autopsi.
Jenazah F telah dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Rawa Bungur, disertai dengan iringan duka dari keluarga dan masyarakat sekitar, Sabtu (14/2) pagi.