Saksi Kunci Ditipu Ayah Tiri Alvaro, Disuruh Buang Kantong Plastik Berisi Bangkai Ternyata Mayat
Dari hasil pemeriksaan dilakukan kepolisian, saksi G mengaku tidak mengetahui rencana penculikan dan pembunuhan dilakukan Alex.
Kepolisian memeriksa sejumlah saksi kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), diduga dilakukan Alex Iskandar. Salah satu saksi diperiksa berinisial G, saksi kunci terkait perkara tersebut.
Dari hasil pemeriksaan dilakukan kepolisian, saksi G mengaku tidak mengetahui rencana penculikan dan pembunuhan dilakukan Alex. Saksi G mengaku hanya diminta Alex membuang kantong plastic berisi bangkai binatang.
"Enggak (tahu rencana penculikan hingga Alvaro tewas), dia hanya disuruh bantu untuk membuang kantong plastik. Itu yang disampaikan Kasat dan itu adalah bangkai binatang, ternyata itu jenazah AKN," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menirukan keterangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio terkait pemeriksaan saksi G, Selasa (25/11).
Kronologi Kasus Terungkap
Kepolisian mengungkap awal mula jasad Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan. Mayat Alvaro yang hanya tinggal tulang-belulang itu ditemukan di kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
"Kronologi korban ditemukan berdasarkan saksi-saksi kunci yang sudah kita periksa, ada satu inisial G yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Saksi Kunci Ditipu
Menurut Budi, Alex mengaku kepada saksi G bahwa plastik itu berisi bangkai hewan. Saksi G yang merupakan kerabat tersangka tidak mengetahui isi plastik hitam itu adalah mayat Alvaro.
"Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Mohon maaf. Bangkai anjing, gitu," ujar Budi.
Pencarian Alvaro
Setelah mendapat keterangan saksi, kepolisian bergerak mencari jenazah Alvaro dibantu anjing pelacak alias K-9 milik Mabes Polri.
"Tapi dia enggak ngecek lagi, dan menunjukkan di situ. Dan berkat bantuan dan doa semua, dan dibantu oleh dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," pungkasnya.