Nenek Alvaro Kiano Sampai Pingsan Dengar Kabar Cucunya Ditemukan Meninggal
Sayem mengira cucunya ditemukan dalam keadaan selamat. Namun penjelasan kepolisian membuatnya terpukul.
Kabar ditemukannya Alvaro Kiano Nugroho dalam kondisi meninggal dunia membuat keluarga terpukul. Neneknya, Sayem (53), bahkan sempat pingsan begitu menerima penjelasan dari pihak kepolisian.
Informasi pertama datang sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, keluarga masih menunggu kedatangan sang kakek yang dipanggil ke Polda. Polisi yang datang ke rumah menahan diri untuk menyampaikan kabar karena melihat kondisi keluarga yang belum siap.
Begitu kakek Alvaro tiba, barulah pihak Polsek Pesanggrahan memberi tahu pencarian bocah 6 tahun itu menemui titik terang.
Terus ibu Seala mau mengatakan sama saya (kabar Alvaro), dia katanya enggak tega, nunggu bapak saja. Nunggu bapak sampai jam enam. Begitu bapaknya, kakeknya sudah datang, baru ngomong sama kakeknya, ibu Seala. Pak, ibu, katanya, tersangka Alvaro sudah ketemu katanya," ujar Sayem saat ditemui, Senin (24/11).
Sayem mengira cucunya ditemukan dalam keadaan selamat. Namun penjelasan kepolisian membuatnya terpukul. Ia baru memahami bahwa Alvaro ditemukan meninggal.
"Alvaronya sudah enggak ada. Terus, ibu, enggak adanya itu gimaana maksudnya? Saya enggak ngerti. Engga adanya itu sudah meninggal, katanya Alvaronya," ucap dia.
Sayem Langsung Ambruk
Mendengar itu, Sayem langsung ambruk dan tak sadarkan diri. "Saya langsung pingsan, saya enggak sadar deh. Terus ngobrol-ngobrol sama kakeknya," ujar Sayem.
Ketika itu, keluarga diberi tahu bahwa jenazah Alvaro dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi.
"Ya itu, nanya kakeknya, ibu, cucu saya sekarang di mana? Cucu bapak masih dibawa ke rumah sakit kramat jati. Nanti diautopsi dulu sama orang tuanya. Enggak begitu bisa langsung dibawa pulang saja. Nanti kalau orang tuanya, Alvaro, sudah pulang, bapak, ibu, nanti bisa dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati, katanya," ucap dia.
Ibunda Alvaro yang tinggal di Medan langsung terbang ke Jakarta dan dijemput pihak kepolisian di bandara untuk menuju rumah sakit.
"Terus nanti dari Medan itu, dari bandara kan yang jemput kepolisian. Langsung dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati," ucap dia.