Kabar duka menyelimuti kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun. Kepolisian telah berhasil mengungkap motif pembunuhan tragis tersebut. Pelaku yang bertanggung jawab atas perbuatan keji ini adalah ayah tirinya sendiri.
Alex Iskandar (AI) diduga kuat melakukan aksi keji ini dengan motif utama cemburu terhadap istrinya, yang juga merupakan ibu kandung Alvaro. Dendam menjadi pemicu utama di balik tindakan tragis tersebut. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan kekerasan dalam keluarga.
Pengungkapan motif ini berdasarkan pendalaman percakapan digital pelaku oleh pihak kepolisian. Adanya indikasi kuat dorongan balas dendam ditemukan dalam komunikasi tersebut. Insiden memilukan ini terjadi di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Advertisement
Advertisement
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan secara rinci motif di balik pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho. "Pendalaman percakapan digital terlapor atau terduga pelaku, penyidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan pelaku gimana caranya balas dendam," ujarnya dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan.
Budi Hermanto membenarkan bahwa motif penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro berakar dari rasa dendam. Pelaku, Alex Iskandar, merasa istrinya, yang juga ibu kandung Alvaro, telah berselingkuh. Perasaan ini memicu emosi yang sangat kuat pada diri Alex Iskandar hingga berujung pada tindakan fatal.
Dari hasil proses pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan bahwa Alex Iskandar memiliki dorongan emosional yang terakumulasi. Rasa cemburu yang mendalam menjadi dasar niat balas dendamnya. "Jadi motifnya udah ada dorongan dan terakumulasi, diduga istrinya memiliki pria idaman lain," tambah Kombes Budi Hermanto.
Advertisement
Advertisement
Pihak keluarga Alvaro sebelumnya telah menduga motif serupa di balik insiden ini. Mereka menyebutkan bahwa Alex Iskandar membunuh anak tirinya karena cemburu dengan istrinya, Arum. Perasaan cemburu yang kuat ini kemudian berkembang menjadi dendam yang mendalam.
Alex Iskandar dan ibu Alvaro, Arum, diketahui telah menikah sejak tahun 2023. Hubungan mereka sempat dilanda masalah, bahkan keduanya berencana untuk bercerai sebelum insiden tragis ini terjadi. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga ini menambah kompleksitas kasus pembunuhan Alvaro.
Lebih lanjut, Alex Iskandar sempat melarang Arum untuk berangkat ke Malaysia, namun larangan tersebut tidak diindahkan. Hal ini diduga semakin memperkuat rasa dendam Alex terhadap istrinya. Kejadian ini menjadi salah satu titik balik penting dalam dinamika hubungan mereka.
Advertisement
Advertisement
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengonfirmasi identitas pelaku pembunuhan Alvaro. "Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kombes Nicolas. Identifikasi pelaku ini menjadi langkah krusial dalam penanganan kasus yang menggemparkan masyarakat tersebut.
Alvaro Kiano Nugroho sebelumnya dilaporkan hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Pencarian intensif telah dilakukan oleh pihak kepolisian dan masyarakat. Akhirnya, Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengakhiri harapan keluarga untuk menemukannya dalam keadaan selamat.
Penemuan jasad Alvaro mengakhiri pencarian yang panjang dan penuh kecemasan. Proses penyelidikan kemudian difokuskan pada pengungkapan motif dan penangkapan pelaku. Kasus ini menjadi perhatian publik karena kekejaman yang terlibat serta dampak emosional yang ditimbulkannya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews