RFA Tiroid: Solusi Pengobatan Benjolan Tiroid Tanpa Bekas Luka, Ini Penjelasan Dokter
Dokter Marshell Tendean menjelaskan RFA Tiroid sebagai metode minimal invasif untuk atasi benjolan tiroid jinak tanpa operasi dan bekas luka, tawarkan harapan baru bagi pasien.
Kekhawatiran akan bekas luka pasca-operasi seringkali menjadi alasan banyak pasien menunda tindakan medis untuk benjolan tiroid. Namun, kini hadir solusi inovatif yang memungkinkan pengobatan tanpa meninggalkan jejak sayatan yang mencolok di leher. Metode ini menawarkan harapan baru bagi mereka yang mencari alternatif operasi konvensional.
Konsultan Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes Eka Hospital MT Haryono, Marshell Tendean, memperkenalkan Radiofrequency Ablation (RFA) tiroid sebagai prosedur minimal invasif. RFA tiroid menjadi jawaban atas kebutuhan pengobatan benjolan tiroid jinak tanpa bekas luka yang mengganggu penampilan.
Dalam keterangannya di Tangerang, Marshell Tendean menjelaskan bahwa RFA tiroid memanfaatkan energi gelombang radio untuk mengecilkan sel-sel tumor atau nodul pada kelenjar tiroid. Prosedur ini dirancang untuk mengatasi benjolan tanpa memerlukan operasi besar, sehingga meminimalkan risiko dan mempercepat pemulihan pasien.
Mengenal Lebih Dekat Prosedur RFA Tiroid
RFA tiroid adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan energi gelombang radio untuk menghasilkan panas yang terkontrol. Panas ini berfungsi untuk mengecilkan sel-sel tumor atau nodul jinak pada kelenjar tiroid. Pendekatan ini merupakan inovasi penting dalam penanganan kondisi tiroid.
Selama prosesnya, dokter akan menggunakan panduan USG tiroid secara langsung untuk akurasi maksimal. Jarum khusus berukuran sangat kecil diarahkan tepat ke pusat benjolan tiroid. Ini memastikan bahwa energi panas difokuskan pada area yang ditargetkan.
Panas yang dihantarkan melalui ujung jarum tersebut secara efektif menghancurkan jaringan benjolan. Yang terpenting, prosedur ini dirancang untuk tidak merusak jaringan tiroid sehat di sekitarnya. Hal ini menjaga fungsi normal kelenjar tiroid pasien.
Keunggulan RFA Dibanding Operasi Konvensional
Dibandingkan dengan operasi bedah konvensional, RFA tiroid menawarkan sejumlah keunggulan signifikan yang menjadi pertimbangan utama pasien. Salah satu keuntungan terbesar adalah tidak adanya bekas luka pasca-tindakan. Ini sangat penting bagi pasien yang khawatir akan estetika leher.
Selain itu, prosedur RFA tiroid umumnya tidak memerlukan rawat inap, memungkinkan pasien untuk segera kembali ke aktivitas sehari-hari. Fungsi tiroid pasien juga cenderung tetap terjaga karena jaringan sehat tidak ikut terangkat. Ini meminimalkan kebutuhan akan terapi pengganti hormon.
Marshell Tendean menyoroti bahwa kekhawatiran terbesar pasien seringkali bukan pada prosedur itu sendiri, melainkan bekas luka operasi yang mencolok. "Jadi bagi pasien dengan benjolan atau nodul tiroid, kekhawatiran terbesar seringkali bukan pada prosedurnya, melainkan bekas luka operasi yang mencolok di leher. Sehingga banyak orang menunda tindakan. RFA bisa jadi salah satu pilihannya," kata Marshell. Ini menunjukkan RFA sebagai alternatif yang menarik.
Kriteria Pasien Ideal dan Tingkat Keberhasilan RFA
Meskipun RFA tiroid menawarkan banyak manfaat, prosedur ini tidak ditujukan untuk semua kasus tiroid. Ada kriteria khusus yang harus dipenuhi agar pasien dapat menjalani terapi ini. Kesesuaian pasien adalah kunci keberhasilan.
Prosedur ini sangat cocok bagi pasien yang memiliki nodul atau benjolan tiroid yang dinyatakan jinak berdasarkan hasil biopsi dan pemeriksaan USG tiroid. Benjolan tersebut juga harus menimbulkan gejala fisik, seperti susah menelan, rasa mengganjal di leher, atau gangguan pernapasan. Pasien dengan benjolan besar yang mengganggu penampilan juga menjadi kandidat ideal.
Selain itu, RFA tiroid adalah pilihan tepat untuk pasien yang menolak operasi konvensional. Ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki risiko tinggi jika harus menjalani bius total. Tingkat keberhasilan RFA tiroid sangat tinggi untuk nodul jinak.
Prosedur ini mampu mengurangi volume benjolan secara signifikan, berkisar antara 50 hingga 80 persen, dalam beberapa bulan setelah tindakan. Gejala mengganjal atau nyeri yang sebelumnya dirasakan pasien umumnya akan hilang seiring mengecilnya benjolan.
Proses Pemulihan dan Pencegahan Kambuh Nodul Tiroid
Penting untuk dipahami bahwa benjolan tiroid tidak akan langsung hilang seketika setelah jarum dicabut. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyerap kembali jaringan nodul yang telah dimatikan oleh energi panas RFA. Proses pengecilan benjolan akan terlihat secara bertahap.
"Biasanya benjolan akan mengecil dalam waktu 1 hingga 3 bulan, dan akan semakin terlihat dalam waktu 6 hingga 12 bulan pascatindakan," ujar Marshell. Kesabaran pasien sangat diperlukan selama fase pemulihan ini.
Risiko kambuh atau pertumbuhan kembali nodul tiroid yang telah di-RFA tergolong sangat rendah, terutama jika benjolan telah hancur sepenuhnya selama prosedur awal. Namun, karena kelenjar tiroid pasien tidak diangkat, potensi munculnya nodul baru di area tiroid yang berbeda masih tetap ada.
"Kontrol rutin dan pemeriksaan berkala menggunakan USG tiroid tetap disarankan untuk memantau kondisi kelenjar tiroid jangka panjang," tegas Marshell. Pemantauan berkelanjutan penting untuk menjaga kesehatan tiroid secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews