Trivia: Garut Potensi Tembakau Terbesar Jabar, Bakal Punya Sentra Industri Hasil Tembakau Garut
Pemerintah Provinsi Jabar berencana membangun Sentra Industri Hasil Tembakau Garut dengan anggaran DBHCHT untuk tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Apa dampaknya bagi petani?
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah memulai pembahasan serius terkait persiapan pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Kabupaten Garut. Inisiatif ini didorong oleh alokasi anggaran dari program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang bertujuan utama untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Langkah strategis ini merupakan upaya Pemprov Jabar untuk menciptakan model kawasan industri hasil tembakau yang belum ada sebelumnya di wilayah tersebut. Kabupaten Garut dipilih sebagai lokasi proyek percontohan ini mengingat potensi besar yang dimilikinya dalam sektor tembakau.
Pembangunan SIHT di Garut diharapkan dapat menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri tembakau di Jawa Barat. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan penuh terhadap konsep aglomerasi industri ini, dengan harapan masyarakat yang terlibat dalam mata rantai tembakau dapat berkembang secara kolektif dan berkelanjutan.
Potensi Besar Tembakau Garut
Kabupaten Garut menonjol sebagai daerah dengan potensi lahan tanaman tembakau terbesar di Jawa Barat. Data menunjukkan bahwa luas lahan tembakau di Garut mencapai sekitar 3.600 hektare, dengan kapasitas produksi yang mengesankan, yaitu sekitar 3.100 ton tembakau setiap tahunnya.
Potensi produksi tembakau yang sangat besar ini menjadi faktor utama penilaian pemerintah provinsi dan pusat untuk memilih Garut. "Garut ini potensi tembakaunya ini paling besar se-Jawa Barat dan luasannya mencapai 3.600 hektare dengan produksi mencapai 3.100 sekian ton per tahun," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana serta Pemberdayaan Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Meidy Mahardani.
Pemilihan Garut sebagai lokasi SIHT juga sejalan dengan pesan pemerintah pusat terkait aglomerasi industri. Konsep ini mendorong pelaku usaha yang berkaitan dengan tembakau untuk bekerja sama secara gotong royong, sehingga dapat maju dan berkembang bersama.
Manfaat dan Harapan dari SIHT
Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana, menyambut baik rencana pembangunan SIHT ini, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan daerah. Dengan adanya SIHT, Garut berpotensi mendapatkan penerimaan DBHCHT yang lebih tinggi di masa mendatang.
Keberadaan SIHT di Garut juga menjadi harapan besar bagi para petani tembakau agar mereka dapat lebih maju dan berkembang. Mereka berharap bisa mencontoh keberhasilan daerah lain seperti di Sulawesi yang telah lebih dulu memiliki industri tembakau yang maju.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menambahkan bahwa Garut saat ini memiliki 14 perusahaan dengan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai. Ini terdiri dari 10 perusahaan tembakau rajangan mole dan empat perusahaan rokok kretek tangan (SKT) golongan 3.
"Dengan pengembangan SIHT ini, maka diharapkan betul-betul dapat membantu IKM untuk memperoleh perizinan cukai, dan fasilitasi yang lainnya," kata Ridwan Effendi. SIHT diharapkan dapat mendukung industri kecil dan menengah, khususnya dalam urusan perizinan cukai dan penyediaan fasilitas yang lebih memadai.
Tantangan dan Kebutuhan Lahan
Untuk merealisasikan pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau di Garut, dibutuhkan lahan seluas lima ribu meter persegi. Saat ini, di wilayah Banyuresmi, baru tersedia lahan seluas tiga ribu meter persegi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penambahan lahan untuk memenuhi kebutuhan total pembangunan SIHT. Rencana penambahan lahan ini kemungkinan akan dilakukan melalui pembelian baru.
Upaya pengadaan lahan tambahan ini menjadi salah satu fokus utama dalam tahap persiapan pembangunan. Ketersediaan lahan yang memadai akan memastikan infrastruktur SIHT dapat dibangun secara optimal dan mendukung operasional industri tembakau secara efisien.
Sumber: AntaraNews