Tahukah Anda? Bapenda Pasaman Barat Gandeng BPK untuk Gali Potensi PAD Hingga Rp161 Miliar!
Bapenda Pasaman Barat menggandeng BPK untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kesadaran wajib pajak demi mencapai target Rp161 miliar. Bagaimana strateginya?
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan pendampingan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggalian sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru.
Inisiatif ini muncul di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, mendorong Bapenda untuk mencari cara inovatif dalam meningkatkan penerimaan. Pendampingan BPK diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi pajak yang belum tergali secara maksimal.
Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Pasaman Barat, Bona Fatwa, menyatakan bahwa kehadiran BPK di Simpang Empat saat ini sangat krusial. Mereka secara aktif mendata berbagai sumber pajak, termasuk pajak restoran, hotel, dan wajib pajak lainnya, demi mencapai target PAD yang ambisius.
Optimalisasi Pajak Melalui Pendampingan BPK
Kondisi keuangan daerah yang terbatas menjadi pendorong utama bagi Bapenda Pasaman Barat untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Dengan pendampingan BPK, diharapkan proses pendataan sumber-sumber pajak dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan akurat.
Bona Fatwa menjelaskan, "Kebetulan saat ini Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sedang berada disini dan melakukan pendampingan dalam mendata sumber-sumber pajak yang ada." Pendampingan ini tidak hanya fokus pada identifikasi, tetapi juga pada peningkatan kesadaran wajib pajak.
Melalui upaya ini, Bapenda berharap masyarakat wajib pajak akan lebih termotivasi untuk memenuhi kewajiban mereka. "Termasuk mendata pajak restoran, hotel dan wajib pajak lainnya. Diharapkan dengan pendampingan dari BPK ini maka masyarakat memiliki kesadaran membayar pajak," harap Bona.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pembangunan daerah. Peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak menjadi kunci dalam mencapai kemandirian finansial Pasaman Barat.
Target dan Strategi Peningkatan PAD
Hingga pertengahan Oktober, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasaman Barat telah mencapai Rp121.625.754.430. Angka ini setara dengan 75,24 persen dari target keseluruhan tahun yang ditetapkan sebesar Rp161.644.196.463.
Meskipun capaian tersebut menunjukkan progres yang baik, Bapenda terus berupaya keras untuk mencapai target penuh. Optimalisasi wajib pajak menjadi fokus utama untuk memastikan target PAD dapat terpenuhi, bahkan terlampaui.
"Dengan optimalisasi wajib pajak ini diharapkan pendapatan asli daerah nantinya bisa meningkat," ujar Bona Fatwa. Peningkatan PAD sangat vital untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Pasaman Barat.
Strategi yang diterapkan tidak hanya berpusat pada pendataan, tetapi juga pada edukasi dan penegakan kepatuhan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Peran Petugas Lapangan dan Kolaborasi Nagari
Untuk mempercepat proses pemungutan pajak, Bapenda Pasaman Barat telah mengerahkan 17 orang petugas pemungut pajak ke lapangan. Petugas-petugas ini bertugas untuk mendampingi dan memfasilitasi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka.
Selain itu, Bapenda juga memberdayakan perangkat nagari atau desa dalam upaya pemungutan pajak. Kolaborasi ini melibatkan 90 nagari dan 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat, menunjukkan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas.
"Kita mengharapkan semuanya berkolaborasi dalam percepatan realisasi pajak dan berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak," kata Bona Fatwa. Sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, dan perangkat nagari diharapkan dapat memperluas jangkauan pemungutan pajak.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi dalam membayar pajak. "Kepada masyarakat, harapnya, agar bisa memiliki kesadaran untuk membayar pajak karena dari pajak itulah nanti berbagai pembangunan bisa dilakukan," pungkasnya. Kontribusi pajak masyarakat adalah fondasi bagi kemajuan Pasaman Barat.
Sumber: AntaraNews