Bapenda Cianjur Siapkan Strategi Jitu untuk Peningkatan PAD Cianjur 2026
Badan Pendapatan Daerah Cianjur telah menyusun berbagai langkah strategis demi Peningkatan PAD Cianjur 2026, menargetkan optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dalam mempersiapkan strategi guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Fokus utama adalah mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak dan retribusi daerah yang menjadi tulang punggung pendapatan lokal. Persiapan ini dilakukan menyusul evaluasi kinerja penerimaan pajak daerah sepanjang tahun 2025 yang dinilai belum sepenuhnya maksimal.
Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur Cicih Permasih, menyatakan bahwa berbagai inovasi akan diterapkan. Selain itu, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah akan diperkuat, diikuti dengan penguatan sinergi lintas sektor. Pendekatan komprehensif ini diharapkan mampu mendorong realisasi target PAD yang lebih tinggi di masa mendatang.
Dengan perencanaan strategis yang matang ini, Bapenda Cianjur berharap dapat mengatasi tantangan yang ada. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa target Peningkatan PAD Cianjur 2026 dapat tercapai, bahkan melampaui ekspektasi. Hal ini penting untuk mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik di Kabupaten Cianjur.
Evaluasi Kinerja Pajak Daerah Tahun 2025
Pada akhir tahun 2025, Bapenda Cianjur mencatat penerimaan pajak daerah sebesar Rp389 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan nominal yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, secara persentase, realisasi tersebut baru mencapai sekitar 92 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp419 miliar.
Meskipun belum mencapai target keseluruhan, beberapa sektor pajak menunjukkan kinerja yang sangat positif. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai 151 persen. Ini menunjukkan potensi besar dari sektor pertambangan lokal.
Selain itu, pajak sarang burung walet juga mencatat hasil impresif dengan realisasi 113 persen. Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencapai 101 persen, sementara Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berhasil mencapai 100 persen dari target. Kontribusi positif dari sektor-sektor ini menjadi modal penting bagi Peningkatan PAD Cianjur 2026.
Sektor Pajak Belum Optimal dan Rencana Relaksasi
Di sisi lain, terdapat beberapa jenis pajak yang menunjukkan kinerja positif namun belum sepenuhnya mencapai target yang diharapkan. Pajak air tanah terealisasi sebesar 96 persen, pajak reklame sebesar 94 persen, dan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 91 persen. Meskipun mendekati, sektor-sektor ini masih memiliki ruang untuk Peningkatan PAD Cianjur 2026.
Lebih lanjut, beberapa sektor pajak lainnya masih berada di bawah 90 persen realisasi. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat sebesar 84 persen dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hanya mencapai 75 persen. Angka-angka ini menjadi perhatian utama Bapenda untuk menyusun strategi perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Bapenda Cianjur berencana melanjutkan berbagai program relaksasi bagi wajib pajak pada tahun 2026. Program ini akan mencakup diskon BPHTB serta pengurangan PBB bagi wajib pajak orang pribadi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kepatuhan dan partisipasi wajib pajak, sehingga membantu Peningkatan PAD Cianjur 2026.
Strategi Peningkatan PAD Cianjur 2026
Untuk mencapai target Peningkatan PAD Cianjur 2026, Bapenda akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak. Peningkatan pelayanan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pembayaran pajak. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong kepatuhan sukarela dari masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Bapenda Cicih Permasih menegaskan pentingnya inovasi dan sinergi lintas sektor dalam upaya ini. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait akan diperkuat untuk memastikan efektivitas implementasi strategi. Dengan demikian, potensi penerimaan pajak yang belum tergarap dapat dioptimalkan secara maksimal.
Pengalaman tahun 2024 menjadi motivasi, di mana realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp291 miliar atau 104 persen dari target Rp278 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, target dapat terlampaui. Oleh karena itu, Bapenda optimis dapat mencapai Peningkatan PAD Cianjur 2026 yang signifikan.
Sumber: AntaraNews