Capaian Gemilang: Realisasi PAD Kota Jayapura 2025 Lampaui Target, Bukti Sinergi Kuat
Realisasi PAD Kota Jayapura 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan, menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah dan partisipasi aktif wajib pajak. Simak detail pencapaiannya!
Kabar gembira datang dari Kota Jayapura, Papua, di awal tahun. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura mengumumkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2025 telah melampaui target yang ditetapkan. Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian fiskal daerah.
Pada Jumat (2/1), Kepala Bapenda Kota Jayapura, Robby Awi, menyatakan bahwa realisasi PAD Kota Jayapura 2025 mencapai Rp298,42 miliar. Angka ini setara dengan 102,14 persen dari target awal yang sebesar Rp290,2 miliar. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, mitra usaha, dan seluruh wajib pajak di Kota Jayapura.
Pencapaian luar biasa ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan lokal. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat melalui pembayaran pajak turut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kas daerah. Hal ini diharapkan dapat mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Jayapura.
Detail Pencapaian Realisasi PAD Kota Jayapura 2025
Realisasi PAD Kota Jayapura 2025 yang mencapai lebih dari 100 persen dari target menunjukkan kinerja yang sangat baik. Angka Rp298,42 miliar menjadi bukti nyata efektivitas pengelolaan pendapatan daerah. Kinerja ini patut diapresiasi mengingat pentingnya PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
Robby Awi menjelaskan bahwa berbagai sektor pajak daerah memberikan kontribusi positif. Peningkatan ini mencerminkan kesadaran wajib pajak serta upaya intensif Bapenda dalam mengoptimalkan penerimaan. Pencapaian ini juga menjadi modal penting untuk perencanaan anggaran tahun berikutnya.
Bapenda Kota Jayapura mengelola setidaknya 11 jenis pajak daerah. Jenis-jenis pajak ini meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak restoran, pajak reklame, dan pajak air tanah. Diversifikasi sumber pendapatan ini turut menjaga stabilitas keuangan daerah.
Kontributor Utama Pendapatan Asli Daerah Jayapura
Kontribusi terbesar terhadap realisasi PAD Kota Jayapura 2025 berasal dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Untuk kedua jenis pajak ini, target yang ditetapkan sebesar Rp34,94 miliar berhasil dilampaui. Realisasi mencapai Rp41 miliar, menunjukkan pertumbuhan signifikan di sektor transportasi.
Selain itu, Pajak Penerangan Jalan Tenaga Listrik (PPJTL) juga menjadi penyumbang utama. Dari target Rp38 miliar, realisasinya per 30 Desember 2025 telah mencapai Rp47 miliar. Angka ini mencerminkan peningkatan konsumsi listrik dan kepatuhan pembayaran pajak oleh masyarakat serta pelaku usaha.
Pajak-pajak ini merupakan pilar penting dalam struktur pendapatan daerah. Peningkatan penerimaan dari sumber-sumber ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang sehat di Kota Jayapura. Optimalisasi penarikan pajak terus dilakukan untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Dukungan Program Nasional dan Target Masa Depan
Dalam upaya mendukung program nasional, Bapenda Kota Jayapura turut berpartisipasi aktif. Salah satunya adalah program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Bapenda memberikan pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat setempat yang mengurus kepemilikan rumah.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 781 wajib pajak telah mendapatkan fasilitas pembebasan BPHTB ini. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memiliki hunian. Ini juga merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap kesejahteraan rakyat.
Dengan pencapaian positif realisasi PAD Kota Jayapura 2025, Bapenda telah menetapkan target yang lebih tinggi untuk tahun 2026. Target PAD untuk tahun depan diperkirakan akan meningkat sekitar Rp307 miliar. Peningkatan target ini didasarkan pada optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan potensi pendapatan daerah yang masih bisa digali.
Peningkatan target ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Bapenda dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang telah terjalin diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Tujuannya adalah untuk mencapai target baru demi kemajuan Kota Jayapura.
Sumber: AntaraNews