Bapenda Kota Jayapura Targetkan PAD Rp307,5 Miliar di 2026, Optimisme Meningkat
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp307,5 miliar pada tahun 2026, menunjukkan tren positif di triwulan pertama.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura telah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ambisius untuk tahun 2026. Mereka menargetkan perolehan sebesar Rp307,5 miliar dari berbagai sektor pendapatan.
Pengumuman target ini disampaikan di Jayapura, Papua, pada Senin, 20 April 2026, oleh Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Huwae. Informasi tersebut memberikan gambaran proyeksi keuangan daerah di masa mendatang.
Target ini mencerminkan optimisme Bapenda terhadap potensi ekonomi lokal dan upaya peningkatan penerimaan daerah. Berbagai strategi sedang diterapkan untuk mencapai angka tersebut.
Realisasi PAD Triwulan Pertama dan Proyeksi Selanjutnya
Rory Huwae mengungkapkan bahwa realisasi PAD Kota Jayapura hingga triwulan pertama 2026 telah mencapai Rp77,19 miliar. Angka ini menunjukkan awal yang baik dalam pencapaian target tahunan.
Hingga tanggal 17 April 2026, realisasi PAD tercatat sebesar Rp83,83 miliar. Persentase pencapaian ini setara dengan 27,26 persen dari total target yang ditetapkan.
Untuk triwulan kedua, Bapenda menargetkan capaian PAD dapat mencapai Rp153,78 miliar. Target ini diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen dari keseluruhan target Pendapatan Asli Daerah 2026.
Tren positif ini menjadi dasar optimisme Bapenda bahwa target PAD sebesar Rp307,5 miliar pada tahun ini dapat tercapai. Upaya terus dilakukan untuk menjaga momentum positif tersebut.
Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura
Sumber PAD Kota Jayapura sangat beragam, mencakup berbagai jenis pajak daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi salah satu kontributor utama.
Selain itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga memberikan sumbangan signifikan. Pajak barang dan jasa tertentu seperti restoran dan tenaga listrik turut berkontribusi.
Pajak hotel, hiburan, reklame, dan air tanah juga merupakan bagian penting dari penerimaan daerah. Bahkan, pajak mineral bukan logam dan batuan ikut memperkuat kas daerah.
Bapenda juga mengandalkan penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Kolaborasi ini turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Strategi Peningkatan PAD dan Potensi Baru
Bapenda Kota Jayapura terus berupaya menggali potensi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Fokus utama adalah mengoptimalkan sektor-sektor yang selama ini belum maksimal.
Penambahan wajib pajak baru menjadi salah satu strategi kunci yang sedang diintensifkan. Ini diharapkan dapat memperluas basis pendapatan daerah secara signifikan.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bapenda untuk memastikan keberlanjutan pembangunan kota. Peningkatan PAD sangat vital untuk membiayai program-program pemerintah daerah.
Dengan strategi yang komprehensif, Bapenda optimis dapat mencapai target PAD Rp307,5 miliar di 2026. Hal ini akan mendukung kemandirian finansial Kota Jayapura.
Sumber: AntaraNews