Realisasi PAD Blora 2025 Capai Rp99,98 Miliar, Lampaui Target di Beberapa Sektor
Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Blora mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 mencapai Rp99,98 miliar, menunjukkan kinerja positif meskipun ada tantangan. Capaian Realisasi PAD Blora 2025 ini menjadi evaluasi penting untuk opt
Blora, Jawa Tengah, menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan pendapatan daerahnya. Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) atau Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Blora berhasil mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola langsung hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp99,98 miliar. Angka ini setara dengan 91,97 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp108,71 miliar.
Capaian Realisasi PAD Blora 2025 ini merupakan hasil dari berbagai sumber pendapatan, termasuk pajak daerah, retribusi daerah, dan penerimaan lain-lain. Meskipun belum mencapai 100 persen dari target keseluruhan, beberapa sektor justru berhasil melampaui ekspektasi. Hal ini menunjukkan potensi besar dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.
Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor UPPD Blora, Kurniawan Dwijo, mengungkapkan bahwa data rekapitulasi penerimaan UPPD Kabupaten Blora ini menjadi cerminan efektivitas strategi pengumpulan pendapatan. Capaian ini juga menjadi dasar penting untuk evaluasi dan perbaikan di masa mendatang, khususnya dalam mengoptimalkan sektor-sektor yang belum maksimal.
Kontribusi Pajak Daerah dalam Realisasi PAD Blora 2025
Sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dalam Realisasi PAD Blora 2025. Total penerimaan dari pajak daerah tercatat sebesar Rp98,32 miliar, atau 90,55 persen dari target Rp108,57 miliar. Angka ini menunjukkan peran vital pajak dalam menopang keuangan daerah.
Kontribusi signifikan datang dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berhasil melampaui target dengan realisasi Rp69,51 miliar, mencapai 101,06 persen dari target yang ditetapkan. Ini menandakan kepatuhan masyarakat Blora dalam membayar PKB cukup tinggi.
Namun, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat sebesar Rp28,67 miliar, atau 72,24 persen dari target. Sektor ini menjadi salah satu fokus evaluasi untuk peningkatan di tahun berikutnya. Selain itu, Pajak Air Permukaan terealisasi Rp102,95 juta atau 102,96 persen dari target, sementara Pajak Alat Berat dan Pajak Opsen Mineral Bukan Logam dan Batuan masing-masing terealisasi sebesar Rp3,32 juta dan Rp25,15 juta.
Realisasi Retribusi Daerah dan Penerimaan Lain-lain
Sektor retribusi daerah menunjukkan performa yang sangat baik, bahkan melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp139,63 juta, realisasi penerimaan mencapai Rp176,82 juta atau 126,63 persen. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan dalam mengelola potensi retribusi di Blora.
Pencapaian ini didorong oleh Retribusi Tempat Khusus Parkir yang terealisasi Rp96,13 juta atau 157,17 persen, serta Retribusi Penyewaan Ruangan sebesar Rp51 juta atau 107,59 persen. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar dari layanan-layanan yang dikenakan retribusi di daerah tersebut.
Selain dari pajak dan retribusi, penerimaan lain-lain juga berkontribusi pada Realisasi PAD Blora 2025. Tercatat sebesar Rp1,49 miliar, mayoritas berasal dari denda Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp1,48 miliar dan denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebesar Rp10,48 juta. Ini menunjukkan adanya pendapatan tambahan dari sanksi administratif.
Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Blora
UPPD Kabupaten Blora menilai Realisasi PAD Blora 2025 yang mencapai Rp99,98 miliar ini tetap positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah serta efektivitas upaya pengumpulan pendapatan yang dilakukan oleh UPPD Blora.
Kurniawan Dwijo menambahkan bahwa capaian ini sekaligus menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah pada tahun berikutnya. Fokus utama akan diberikan pada sektor BBNKB dan potensi pajak lainnya yang masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. Strategi baru dan perbaikan sistem diharapkan dapat mendongkrak Realisasi PAD Blora 2025 di masa depan.
Sumber: AntaraNews