Realisasi Opsen PKB Banjarmasin Capai Rp120 Miliar, Dorong Pembangunan Daerah
Pemerintah Kota Banjarmasin berhasil mencatat realisasi opsen PKB hingga Rp120 miliar, menjadi sumber dana vital bagi pembangunan kota dan menunjukkan tren pendapatan positif.
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengumumkan capaian signifikan dalam realisasi opsen atau pungutan tambahan atas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Hingga saat ini, pendapatan dari sektor tersebut telah mencapai angka Rp120 miliar, menandai kontribusi penting bagi kas daerah. Prestasi ini diapresiasi oleh berbagai pihak sebagai indikator positif dalam pengelolaan keuangan daerah.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, mengungkapkan apresiasinya terhadap pembagian hasil pajak ini yang dilakukan bersama pemerintah provinsi. Capaian tersebut didapatkan berkat sistem real-time yang memungkinkan dana langsung diterima secara otomatis oleh daerah. Mekanisme baru ini jauh lebih efisien dibandingkan sistem bagi hasil sebelumnya yang memerlukan proses lebih panjang.
Sistem inovatif ini tidak hanya mempercepat aliran dana, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi daerah dalam mengelola pendapatan. Ikhsan Budiman menegaskan bahwa dana dari opsen PKB ini merupakan sumber penting untuk mendukung berbagai program pembangunan di Kota Banjarmasin. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, optimisme tinggi menyelimuti target Pendapatan Asli Daerah (PAD) keseluruhan.
Capaian Signifikan dari Opsen PKB dan Sistem Real-Time
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, H Edy Wibowo, menjelaskan bahwa pendapatan daerah dari sektor opsen PKB menunjukkan tren yang sangat positif. Total realisasi opsen PKB hingga saat ini telah mencapai Rp120 miliar, menunjukkan peningkatan yang stabil. Angka ini menjadi bukti efektivitas sistem pengelolaan pajak yang diterapkan.
Edy Wibowo merinci, dari total Rp120 miliar tersebut, Rp83 miliar berasal dari PKB, Rp37 miliar dari Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan Rp3 miliar dari denda. Dengan target capaian opsen PKB sebesar Rp140 miliar, pihaknya optimistis dapat mencapai target tersebut hingga akhir tahun. "Target kita untuk capaian opsen PKB ini sebesar Rp140 miliar, optimis bisa tercapai hingga akhir tahun," ujarnya.
Penerapan sistem real-time dalam pengelolaan pajak ini menjadi kunci keberhasilan. Sistem ini memungkinkan daerah menerima dana secara langsung tanpa menunggu mekanisme bagi hasil yang berbelit. Hal ini sangat membantu daerah dalam merencanakan dan melaksanakan program pembangunan dengan lebih cepat dan efisien.
Optimalisasi Pendapatan Pajak Lainnya dan Strategi Peningkatan
Selain opsen PKB, BPKPAD Kota Banjarmasin juga mengelola jenis pajak lainnya yang menunjukkan kinerja positif. Pajak-pajak tersebut meliputi pajak hotel, restoran, BGT rumah makan, parkir, hiburan, serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Realisasi dari pajak-pajak ini telah mencapai 89 persen atau sekitar Rp427 miliar dari target Rp491 miliar.
Edy Wibowo menyatakan bahwa capaian ini cukup baik mengingat sisa waktu satu setengah bulan menjelang akhir tahun. "Ini capaian yang cukup baik. Dengan sisa waktu satu bulan setengah, kami optimis bisa mencapai 100 persen untuk target pajak sebesar Rp491 miliar," jelasnya. Jika keseluruhan pendapatan termasuk retribusi dihitung, target yang ditetapkan mencapai sekitar Rp650 miliar.
Untuk terus meningkatkan pendapatan, BPKPAD Banjarmasin aktif mendorong optimalisasi melalui kolaborasi, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat. Salah satu strategi yang diterapkan adalah memberikan apresiasi kepada wajib pajak teladan. "Penghargaan ini menjadi bentuk rangsangan agar wajib pajak semakin patuh. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada kenaikan rata-rata sekitar 15 persen pada periode yang sama," tambah Edy Wibowo, menunjukkan dampak positif dari program tersebut.
Sumber: AntaraNews