Realisasi Pajak Daerah Sumsel Tembus Rp1,87 Triliun per Juni 2026, Bapenda Optimistis Capai Target
Bapenda Provinsi Sumatera Selatan mencatat realisasi pajak daerah Sumsel mencapai Rp1,87 triliun per Juni 2026, menunjukkan kinerja positif dan optimisme pencapaian target tahunan.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan mencatat realisasi penerimaan pajak daerah yang signifikan. Hingga 30 Juni 2026, total penerimaan mencapai Rp1,872 triliun. Angka ini setara dengan 46 persen dari target tahun 2026, yakni Rp4,071 triliun.
Kepala Bapenda Sumsel, Achmad Rizwan, menyatakan optimisme terhadap pencapaian target hingga akhir tahun. Berbagai langkah optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan pada semester kedua. Capaian positif ini menunjukkan kinerja yang solid.
Kinerja penerimaan pajak daerah pada semester pertama masih berada pada jalur yang positif. Bapenda Sumsel berkomitmen penuh untuk menggenjot penerimaan. Ini penting untuk stabilitas keuangan daerah.
Kontribusi Dominan dari Berbagai Jenis Pajak Daerah
Penerimaan pajak daerah di Sumatera Selatan didominasi oleh PBB-KB. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor ini menyumbang Rp924,82 miliar. Angka tersebut mencapai 59,81 persen dari target Rp1,546 triliun. Ini menjadikannya kontributor terbesar.
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) juga berkontribusi besar. Realisasinya tercatat Rp361,91 miliar, atau 43,32 persen dari target Rp835,43 miliar. Sementara itu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp336,94 miliar. Ini setara 38,51 persen dari target Rp875,05 miliar.
Jenis pajak lain turut mendukung realisasi pajak daerah Sumsel. Pajak Air Permukaan terealisasi Rp18,76 miliar, mencapai 54,68 persen dari target Rp34,32 miliar. Pajak Rokok menyumbang Rp221,64 miliar, atau 29,76 persen dari target Rp744,78 miliar.
Selanjutnya, Pajak Alat Berat terealisasi Rp2,47 miliar, atau 39,19 persen dari target Rp6,30 miliar. Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mencatatkan Rp6,30 miliar. Ini merupakan 21,52 persen dari target Rp29,27 miliar.
Strategi Optimalisasi dan Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak
Bapenda Sumsel terus berinovasi untuk meningkatkan penerimaan PKB. Salah satu upaya adalah mengoptimalkan aplikasi Siguntang (Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi). Aplikasi ini mempermudah petugas dalam mendata wajib pajak. Ini juga membantu mengingatkan yang memiliki tunggakan.
Selain teknologi, Bapenda Sumsel aktif menyelenggarakan program Siguntang Menyapa. Program ini dilakukan setiap Selasa secara serentak. Ini mencakup seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Melalui Siguntang Menyapa, petugas mendatangi langsung wajib pajak. Mereka memberikan edukasi pentingnya pembayaran pajak tepat waktu. Program ini juga mengingatkan masyarakat yang masih memiliki tunggakan PKB.
Achmad Rizwan menegaskan komitmen memperkuat inovasi pelayanan. Strategi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Ini juga untuk mengoptimalkan penerimaan daerah secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews