PLN Sumbar Pastikan Seluruh Gardu Induk Menyala, Upaya Pemulihan Listrik Terus Berlanjut
PLN UID Sumbar mengonfirmasi seluruh gardu induk telah menyala pascagangguan sistem kelistrikan, dengan upaya pemulihan PLN Sumbar Pulihkan Listrik di ratusan penyulang yang masih padam terus dikebut.
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) telah memastikan seluruh gardu induk di provinsi setempat kembali menyala. Kepastian ini menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman arus listrik sejak Jumat (22/5) malam. General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyatakan bahwa hingga Sabtu pukul 05.00 WIB, sekitar 60 persen sistem kelistrikan sudah pulih.
Meskipun 21 gardu induk telah berhasil menyala, masih terdapat 175 penyulang (feeder) yang belum beroperasi dari total 394 penyulang yang ada. Upaya pemulihan PLN Sumbar Pulihkan Listrik secara menyeluruh terus diintensifkan oleh tim di lapangan.
PLN setempat berkomitmen untuk secepatnya menormalkan kembali sistem kelistrikan agar seluruh masyarakat dapat kembali menikmati pasokan listrik. Gangguan ini diduga sementara berasal dari Provinsi Jambi, dan berdampak luas tidak hanya di Sumbar, tetapi juga di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Tim teknis telah diterjunkan sejak awal gangguan untuk mengecek seluruh sistem dan jaringan.
Progres Pemulihan Jaringan Kelistrikan di Sumbar
Hingga Sabtu pagi, proses pemulihan kelistrikan di Sumatera Barat menunjukkan kemajuan signifikan. Sebanyak 60 persen sistem telah berhasil dipulihkan, dengan seluruh gardu induk di wilayah tersebut sudah menyala kembali. Hal ini merupakan langkah awal yang krusial dalam mengembalikan pasokan listrik secara penuh kepada pelanggan.
Namun, tantangan masih ada pada pemulihan penyulang atau feeder yang mendistribusikan listrik ke area yang lebih kecil. Dari 394 penyulang, 175 di antaranya masih padam dan tersebar di berbagai wilayah. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya.
Ajrun Karim menjelaskan bahwa posisi Sumbar dalam keadaan aman, terutama untuk jaringan tegangan rendah dan menengah. Fokus utama saat ini adalah proses pembebanan di masing-masing titik penyulang. Petugas di lapangan terus berjibaku untuk menormalkan penyulang-penyulang yang masih terganggu.
Penyebab Gangguan dan Dampak Regional
Penyebab pasti gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 18.44 WIB masih dalam penelusuran. PLN belum bisa merinci lebih lanjut, namun dugaan sementara mengarah pada gangguan yang berasal dari Provinsi Jambi. Kejadian ini menunjukkan interkoneksi sistem kelistrikan antarprovinsi yang luas.
Dampak dari gangguan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat. Beberapa provinsi lain di Sumatera juga mengalami pemadaman listrik. Aceh, Sumatera Utara, dan Riau turut terdampak oleh gangguan sistem kelistrikan yang sama. Ini mengindikasikan adanya masalah pada jaringan transmisi utama yang melayani beberapa wilayah sekaligus.
Sejak terjadinya gangguan, PLN langsung merespons dengan cepat. Tim teknis diterjunkan untuk mengecek seluruh sistem dan jaringan kelistrikan. Penelusuran penyebab gangguan menjadi prioritas agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Imbauan dan Harapan Masyarakat
Menanggapi situasi ini, PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala dan transparan. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi layanan contact center PLN 123.
Respons dari masyarakat juga beragam, menunjukkan harapan akan normalisasi segera. Asna, seorang warga Kota Bukittinggi, melaporkan bahwa listrik di daerahnya sudah menyala antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB. Ia berharap kondisi kelistrikan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.
Kondisi ini menegaskan pentingnya infrastruktur kelistrikan yang andal dan respons cepat dari pihak PLN dalam menghadapi gangguan. Kecepatan pemulihan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Sumber: AntaraNews