Menkeu Purbaya Tinjau Pelayanan Bea Cukai Soetta
Salah satu area yang menjadi perhatian Menkeu adalah layanan registrasi IMEI bagi penumpang dari luar negeri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (Bea Cukai) Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/10/2025). Kunjungan tersebut dibagikan melalui akun resmi @menkeuri di media sosial.
Dalam unggahan itu, Menkeu menuliskan, “Berkunjung ke @bcsoetta,” sambil memperlihatkan momen dirinya meninjau langsung area pelayanan operasional Bea Cukai.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas layanan publik di sektor kepabeanan berjalan optimal.
Menkeu Purbaya didampingi oleh Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo dan Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Galih Priya Kartika Perdhana.
Salah satu area yang menjadi perhatian Menkeu adalah layanan registrasi IMEI bagi penumpang dari luar negeri.
Dalam unggahan fotonya, Purbaya terlihat berbincang dengan petugas yang sedang membantu proses registrasi perangkat elektronik milik penumpang.
Purbaya juga menyampaikan harapannya agar Bea Cukai terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kelancaran arus barang dan daya saing ekonomi nasional.
Ia menekankan bahwa efisiensi pelayanan di bandara berpengaruh langsung terhadap iklim investasi dan kepercayaan dunia usaha.
"Menkeu berharap Bea Cukai dapat terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kelancaran arus barang dan daya saing ekonomi nasional," tulisnya.
Sidak ke Bank Mandiri
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bank-bank milik negara atau Himbara.
Kali ini, kunjungannya ke kantor Bank Mandiri di Mandiri Club, Jakarta Selatan, untuk memastikan efektivitas penyaluran dana stimulus pemerintah ke sektor riil.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @purbayayudhis, Menkeu memperlihatkan momen dirinya masuk ke ruang rapat jajaran pimpinan Bank Mandiri. Ia mengaku kunjungan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya alias dadakan.
"Biasa kita kasih semacam sidak dadakan, mereka gak tahu tadi pagi saya datang ke sana, tapi diskusinya menarik, mereka lebih siap dibandingkan BNI karena mungkin sudah cari-cari bocoran teruskan, mereka jadinya siap-siap, jadi bagus sih," kata Purbaya, di Mandiri Club, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Penyaluran Kredit
Dalam sidak tersebut, Menkeu juga mengungkap bahwa 70 persen dari dana stimulus pemerintah senilai Rp 200 triliun sudah terserap dan berputar di masyarakat.
Dana tersebut disalurkan melalui bank-bank Himbara untuk mendukung pertumbuhan kredit dan konsumsi.
"Saya monitor dari uang yang kita kasih ke mereka 70 perseen sudah terserap sudah disalurkan," ujarnya.
Menurutnya, penyerapan yang cepat ini menjadi indikator positif bahwa perbankan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan baik.
Bank Mandiri bahkan disebut berencana mengajukan tambahan dana untuk disalurkan ke sektor lain, seperti properti dan otomotif, yang dinilai memiliki efek berganda cukup besar terhadap perekonomian nasional.
"Mungkin mereka minta lagi dan ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain, mungkin ke properti dan otomotif," ujarnya.