Prabowo Yakini Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat di Tengah Tekanan Rupiah
Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh meskipun nilai tukar rupiah melemah, mengajak masyarakat tidak khawatir dan percaya pada kekuatan bangsa.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara peluncuran di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Di hadapan para pejabat negara dan direksi BUMN, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi mata uang. Ia menekankan pentingnya kepercayaan pada kekuatan ekonomi nasional dan kapasitas rakyat Indonesia.
Pernyataan Presiden Prabowo ini bertujuan untuk menenangkan pasar dan publik di tengah kekhawatiran atas kondisi rupiah yang sempat mencapai level Rp17.600 per dolar AS pada Jumat (15/5). Keyakinan ini menjadi sorotan utama dalam pidatonya yang penuh optimisme.
Optimisme di Tengah Gejolak Mata Uang
Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat, meskipun rupiah melemah dan dianggap undervalued. Ia menyerukan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat.
Dalam pidatonya, Prabowo juga sempat berkelakar mengenai situasi dolar dan rupiah, menyoroti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengatakan, “Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,” ujarnya, disambut tawa hadirin.
Pernyataan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Kondisi ekonomi global yang dinamis memang kerap memicu tekanan pada mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ajakan untuk Percaya Kekuatan Bangsa
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghilangkan mentalitas sebagai bangsa yang lemah atau kalah. Ia menyerukan agar bangsa Indonesia memiliki mental sebagai bangsa yang kuat dan pemenang dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kita harus hilangkan sikap bahwa kita bangsa yang lemah, bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang, dan kita akan menang, kita akan kuat. Kita akan bangkit saudara-saudara!” seru Prabowo dengan semangat. Pesan ini bertujuan untuk membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme nasional.
Ia juga sempat memanggil sejumlah pejabat lain seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Siti Hediati Heriyadi (Titiek Soeharto).
Sikap Pemimpin dan Harapan untuk Rakyat
Prabowo turut menyebut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dengan candaan, “Ah, Anin, kamu yang pusing boleh. Kamu ketua pengusaha, Kadin.” Interaksi ini menunjukkan suasana santai namun tetap serius dalam menyampaikan pesan ekonomi.
Presiden menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan global, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan pada kekuatan intrinsik dan potensi yang dimiliki. Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah-langkah strategis akan terus diambil untuk memastikan bahwa gejolak eksternal tidak mengganggu kesejahteraan rakyat. Fokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing domestik menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews