Gubernur Pramono Tagih Janji Menkeu Purbaya Tambah Dana Rp20 Triliun ke Bank Jakarta

Gubernur DKI Pramono Anung menagih tambahan dana hingga Rp20 triliun ke Kemenkeu untuk Bank Jakarta, setelah dana Rp1 triliun sebelumnya terserap cepat.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Gubernur Pramono Tagih Janji Menkeu Purbaya Tambah Dana Rp20 Triliun ke Bank Jakarta
Gubernur Pramono Tagih Janji Menkeu Purbaya Tambah Dana Rp20 Triliun ke Bank Jakarta (Merdeka.com)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menunggu tambahan penempatan dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk Bank Jakarta hingga Rp20 triliun.

Permintaan tersebut, kata Pramono, merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta.

“Jadi sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota, waktu itu rencananya 10 triliun ya. Kemudian saya minta kalau bisa sampai 20 triliun,” kata Pramono di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Sebelumnya, Kemenkeu telah menempatkan dana Rp1 triliun ke Bank Jakarta yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL). Namun hingga kini, tambahan dana lanjutan tersebut belum terealisasi.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menjelaskan dana Rp1 triliun yang telah diterima sebelumnya langsung tersalurkan dalam waktu singkat.

“Satu triliun pada waktu itu habis dalam waktu satu minggu. Untuk sektor produktif khususnya di UMKM,” kata Agus.

Menurutnya, cepatnya penyerapan dana tersebut membuat Bank Jakarta membutuhkan tambahan likuiditas untuk menjaga ekspansi pembiayaan produktif.

“Sekarang yang Rp1 triliun sudah habis. Kami menunggu. Mudah-mudahan janjinya segera datang,” ujarnya.

Sementara itu, Menkeu Purbaya sebelumnya telah menyampaikan sinyal kesiapan pemerintah menempatkan dana puluhan triliun rupiah di Bank Jakarta.

Kebijakan tersebut disebut sebagai pengembangan dari strategi penempatan dana negara di bank-bank Himbara.

“Kan Jakarta punya Bank Jakarta. Saya taruh di Himbara yang Rp200 triliun, gimana kalau saya tambah beberapa puluh triliun ke Bank Jakarta,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Purbaya menegaskan, penempatan dana akan dilakukan dengan skema business to business (B2B) dan mempertimbangkan kemampuan bank menyerap dana secara produktif.

“Kalau Rp10 triliun–Rp20 triliun aja bisa kali ya untuk nyerep. Nanti itu akan nyebar ke UMKM dan industri lain di Jakarta maupun di tempat lain,” ujarnya.

Rekomendasi