Bantuan Benih Padi 149 Ton Pacu Pemulihan Ekonomi Aceh Utara Pasca-Bencana
Kabupaten Aceh Utara menerima Bantuan Benih Padi varietas unggul sebanyak 149 ton dari pemerintah pusat. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi petani pasca-bencana banjir dan tanah longsor.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerima dukungan signifikan berupa bantuan benih padi varietas unggul sebanyak 149 ton. Bantuan ini berasal dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini ditujukan bagi para petani di daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Bencana alam tersebut melanda Aceh Utara pada akhir November 2025, menyebabkan kerugian besar pada sektor pertanian.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Faisal Mulyawan, menjelaskan bahwa benih padi Inpari 32 ini akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Tujuannya adalah menjaga ketahanan pangan lokal serta kesejahteraan masyarakat petani.
Distribusi Benih Padi Varietas Unggul untuk Petani
Bantuan benih padi varietas Inpari 32 ini disalurkan dalam dua tahapan untuk memastikan pemerataan kepada seluruh petani yang membutuhkan. Tahap pertama mencakup 65 ton benih yang dialokasikan untuk lahan seluas 2.600 hektare.
Distribusi tahap pertama ini menjangkau Kecamatan Muara Batu, Lapang, Kuta Makmur, dan Sawang. Penyaluran dilakukan secara langsung saat kunjungan Menteri Pertanian ke kabupaten tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah.
Tahap kedua bantuan sejumlah 84 ton benih dialokasikan untuk lahan seluas 3.366 hektare, memperluas cakupan penerima manfaat. Penyaluran tahap kedua ini secara khusus menyasar desa atau gampong yang belum terakomodasi pada penyaluran tahap pertama.
Beberapa kecamatan yang menerima bantuan tahap kedua meliputi Kuta Makmur, Langkahan, Bandar Baru, Sawang, Simpang Kramat, dan Syamtalira Arun. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi petani.
Rehabilitasi Sawah dan Dampak Bencana di Aceh Utara
Selain bantuan benih, pemerintah pusat juga menginisiasi program rehabilitasi sawah yang rusak akibat bencana. Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, menyatakan bahwa Kementerian Pertanian mulai merehabilitasi 1.093 hektare sawah. Rehabilitasi ini bertujuan mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang menjadi mata pencarian utama.
Banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan parah pada sektor pertanian Aceh Utara. Tercatat sebanyak 18.316 hektare sawah terdampak bencana, menunjukkan skala kerugian yang signifikan.
Angka tersebut setara dengan 46 persen dari total luas baku sawah di kabupaten tersebut yang mencapai 39.762 hektare. Kerusakan ini memerlukan intervensi cepat dan terkoordinasi untuk memulihkan kondisi pertanian.
Rincian kerusakan sawah akibat bencana di Aceh Utara dikategorikan sebagai berikut:
- 4.679 hektare sawah mengalami kerusakan parah, memerlukan upaya pemulihan intensif.
- 6.447 hektare sawah mengalami kerusakan sedang, membutuhkan perbaikan yang cermat.
- 7.189 hektare sawah mengalami kerusakan ringan, namun tetap memerlukan perhatian agar tidak memperburuk kondisi.
Intervensi rehabilitasi tahap pertama oleh Kementerian Pertanian difokuskan pada Kecamatan Sawang, Muara Baru, Dewantara, dan Langkahan. Upaya ini menunjukkan prioritas pada daerah yang paling membutuhkan.
Sumber: AntaraNews