Fakta Unik: Pasaman Barat Terima 65,3 Ton Bantuan Benih Padi dari Kementan, Siap Tingkatkan Ketahanan Pangan 2025!

Pasaman Barat menerima 65,3 ton Bantuan Benih Padi dari Kementan untuk program ketahanan pangan 2025. Penasaran bagaimana upaya ini akan mendongkrak produksi daerah?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pasaman Barat Terima 65,3 Ton Bantuan Benih Padi dari Kementan, Siap Tingkatkan Ketahanan Pangan 2025!
Pasaman Barat menerima 65,3 ton Bantuan Benih Padi dari Kementan untuk program ketahanan pangan 2025. Penasaran bagaimana upaya ini akan mendongkrak produksi daerah? (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, baru-baru ini menerima dukungan signifikan dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan ini berupa benih padi sebanyak 65.340 kilogram atau setara 65,3 ton. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya besar untuk memperkuat program ketahanan pangan daerah pada tahun 2025 mendatang.

Bantuan benih padi tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan di Pasaman Barat. Fokus utama adalah peningkatan produksi padi melalui penggunaan benih unggul. Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, mengonfirmasi hal tersebut.

Selain benih padi, Kementan juga mengucurkan berbagai bantuan sarana produksi lainnya melalui Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) 2025. Ini termasuk benih jagung, pestisida, dan program optimalisasi lahan. Seluruh inisiatif ini bertujuan untuk mencapai swasembada pangan di wilayah tersebut.

Bantuan benih padi yang diterima Pasaman Barat terbagi menjadi dua jenis utama. Benih padi sawah oplah berjumlah 12.500 kilogram, dialokasikan untuk lahan seluas 500 hektare. Sementara itu, benih padi ladang mencapai 52.840 kilogram, yang akan ditanam di lahan seluas 1.321 hektare.

Total benih padi sebanyak 65,3 ton ini akan didistribusikan langsung kepada kelompok tani. Mereka tersebar di seluruh 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Afdal menjelaskan bahwa benih yang disediakan merupakan varietas unggul.

Penggunaan benih unggul ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap hasil panen. Peningkatan produksi padi menjadi target utama dari program bantuan ini. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian.

Selain bantuan benih padi, Kementan juga menyediakan berbagai sarana produksi tanaman pangan lainnya. Ini mencakup bantuan benih jagung untuk 1.500 hektare di 11 kecamatan. Ada pula bantuan sarana produksi (saprodi) benih dan pestisida padi lahan kering seluas 1.321 hektare untuk tujuh kecamatan.

Program Optimalisasi Lahan (Oplah) non-rawa juga menjadi fokus, dengan bantuan saprodi benih padi sawah untuk 500 hektare di lima kecamatan. Dukungan lain datang melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program ini mendukung kegiatan Makan Bergizi Gratis dengan komoditas sayuran dan ubi jalar di beberapa nagari induk.

Selanjutnya, kegiatan optimalisasi lahan non-rawa juga mencakup bantuan jaringan irigasi. Bantuan ini disalurkan kepada 18 kelompok tani di lima kecamatan untuk lahan seluas 500 hektare. Selain itu, terdapat bantuan olah lahan optimalisasi di lima kecamatan yang sama, juga seluas 500 hektare.

Hingga bulan September, produksi padi di Pasaman Barat telah mencapai 54.397 ton gabah kering panen. Jumlah ini berasal dari lahan tanam seluas 8.794 hektare di seluruh wilayah. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menargetkan peningkatan signifikan, dengan target luas tanam padi mencapai 20.321 hektare selama tahun 2025.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah daerah menerapkan strategi ganda. Strategi ini meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Kedua pendekatan ini dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung ketahanan pangan di Pasaman Barat.

Upaya intensifikasi berfokus pada optimalisasi lahan yang sudah ada. Ini mencakup perbaikan indeks pertanaman dan penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian. Selain itu, perubahan pola pemanfaatan sumber daya yang tersedia juga menjadi bagian penting dari strategi ini.

Selain benih dan sarana produksi, Pasaman Barat juga menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan ini meliputi alsintan prapanen dan pascapanen tanaman pangan. Beberapa di antaranya adalah 32 unit hand sprayer elektrik, empat unit pompa air, dan dua unit traktor roda dua.

Lebih lanjut, satu unit traktor roda empat dan satu unit combine harvester besar (CHB) juga termasuk dalam bantuan. Alat mesin panen padi sawah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani. Satuan kerja di tingkat pusat dan daerah berperan penting dalam mendistribusikan alsintan ini kepada kelompok tani penerima manfaat.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyatakan bahwa sebagian bantuan masih dalam proses di pusat. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke daerah setelah proses administrasi selesai. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung modernisasi pertanian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi