Pemkab Bekasi Usulkan 217 Ton Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir, Jaga Ketahanan Pangan Daerah

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan 217,32 ton bantuan benih padi kepada pemerintah pusat untuk petani terdampak banjir, memastikan masa tanam kembali dan ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bekasi Usulkan 217 Ton Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir, Jaga Ketahanan Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan 217 ton bantuan benih padi kepada pemerintah pusat guna mendukung petani terdampak banjir agar segera bisa menanam kembali dan menjaga ketahanan pangan daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini mengajukan usulan bantuan benih padi kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil untuk membantu para petani di wilayah tersebut yang terdampak parah oleh bencana banjir. Usulan ini diharapkan dapat segera direalisasikan demi keberlangsungan pertanian lokal.

Sebanyak 217,32 ton benih padi diusulkan untuk memenuhi kebutuhan masa tanam ulang bagi petani. Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang Lesamanasari, membenarkan informasi ini. Bantuan benih padi ini krusial untuk memulihkan sektor pertanian pasca-bencana.

Usulan bantuan benih padi ini disampaikan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Tujuannya adalah untuk memastikan petani dapat segera melakukan penanaman kembali. Ini juga menjadi upaya penting menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.

Detail Alokasi Bantuan Benih Padi

Bantuan benih padi yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki volume signifikan. Diperkirakan Kabupaten Bekasi akan menerima total benih seberat 217,32 ton dari pemerintah pusat. Jumlah ini telah disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Setelah diterima, bantuan benih padi ini akan dialokasikan secara merata kepada petani. Setiap hektare lahan pertanian yang terdampak banjir akan mendapatkan rata-rata 25 kilogram benih. Total luas pertanaman yang mengalami kerusakan akibat banjir mencapai 8.693 hektare.

Penyaluran bantuan benih padi ini akan mencakup 79 desa yang tersebar di 14 wilayah kecamatan. Desa-desa tersebut merupakan hasil pendataan areal persawahan yang terendam banjir beberapa waktu lalu. Proses ini memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Mekanisme Penyaluran Bantuan Benih yang Transparan

Eem Embang Lesamanasari menjelaskan bahwa skema penyaluran bantuan benih padi akan dilakukan secara tertib. Proses ini akan berbasis data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diusulkan sebelumnya. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan akuntabel.

"Bantuan yang dikirim harus disampaikan sesuai dengan petani terdampak yang sudah masuk dalam basis data CPCL," ujarnya.

Mekanisme distribusi dimulai dengan penerbitan surat perintah kepada penyedia benih. Setelah itu, penyedia akan menyusun penjadwalan penyaluran secara bertahap untuk 14 kecamatan terdampak. Hal ini dilakukan agar proses berjalan sistematis serta tidak menimbulkan kerumunan.

Dalam pelaksanaannya, penyedia benih akan berkoordinasi dengan petugas lapangan, baik petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) maupun Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Seluruh jadwal distribusi akan diinformasikan kepada kelompok tani penerima sehingga proses serah terima dapat dilakukan langsung di lokasi yang telah ditentukan.

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi akan melakukan monitoring ketat di lapangan. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari potensi kerumunan atau kesalahpahaman. "Data sudah by name, by address. Jadi tidak bisa ada yang tiba-tiba datang meminta benih kalau tidak terdaftar. Itu tidak sesuai prosedur," tegas Eem.

Harapan untuk Pemulihan dan Ketahanan Pangan

Eem memastikan kelompok tani penerima bantuan benih padi telah tercantum secara rinci berdasarkan data CPCL yang diverifikasi. Hal ini menjamin penyaluran dapat berjalan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Ini adalah langkah penting untuk membangun kepercayaan publik.

Dirinya turut menyampaikan harapan agar para petani terdampak tetap optimistis dan segera melakukan tanam ulang setelah menerima bantuan. Percepatan tanam kembali sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Ini juga mendukung ketahanan pangan daerah.

"Semoga dengan adanya bantuan ini, dampak kerugian tidak berkepanjangan," kata Eem. Ia berharap petani dapat segera tanam kembali dan hasilnya ke depan lebih baik. "Harapan saya petani kita jaya dan makmur, berkecukupan, serta terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah," tambahnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi